Bandar Abbas Makin Terisolasi Total di Pusaran Krisis Timur Tengah

Minggu, 19 Jul 2026, 22:22 WIB

MOSKOW - Kota pelabuhan Bandar Abbas, salah satu pusat perdagangan terpenting di Iran bagian selatan, dilaporkan hampir sepenuhnya terisolasi akibat pengeboman Amerika Serikat.

RIA Novosti mengutip laporan laporan The Telegraph, melaporkan pada Minggu (19/7) bahwa militer AS telah melancarkan serangan secara intensif terhadap kota di selatan Iran itu selama sepekan terakhir.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Razieh Poudat/ISNA

Akibat pengeboman tersebut, Bandar Abbas yang berpenduduk sekitar 500.000 jiwa dan menjadi jalur sekitar separuh perdagangan Iran itu, dilaporkan nyaris terputus dari wilayah lain di negara itu.

Jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan kota tersebut dengan daerah lain dilaporkan telah hancur pada Jumat pagi, menurut laporan tersebut.

Seorang mantan pejabat Pentagon mengatakan kepada The Telegraph bahwa sejumlah pejabat AS saat ini semakin yakin bahwa mengisolasi kota pelabuhan tersebut dari wilayah Iran lainnya akan memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Pada malam 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum yang menyerukan penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, militer AS dilaporkan kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran.

Militer Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.

Teheran juga menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata. Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Ant

  • bandar abbas
  • selat hormuz
  • Mojtaba Khamenei

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.