Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sungai Bongka, Geowisata yang Lahir dari Benturan Tiga Lempeng Dunia

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 07:13 WIB | Oleh:

Aktivitas tektonik tersebut juga membentuk rekahan, patahan, dan lipatan batuan yang kemudian menjadi jalur bagi aliran air bawah tanah. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa kawasan karst memiliki sistem hidrologi yang sangat unik dibandingkan daerah bebatuan vulkanik.

Air Hujan Menjadi “Pematung” Alam

Setelah kawasan ini berubah menjadi daratan, proses pembentukan lanskap belum berhenti. Justru, air hujan mulai memainkan peran utama sebagai pemahat alam, menciptakan bentang alam yang indah bagi yang melihatnya.

Secaa alami air hujan mengandung karbon dioksida dari atmosfer dan tanah sehingga membentuk larutan asam karbonat yang sangat lemah. Meskipun tidak cukup kuat untuk merusak batuan keras seperti granit, larutan ini mampu melarutkan batu kapur sedikit demi sedikit melalui proses yang dikenal sebagai karstifikasi (karstification).

Proses pelarutan material itu berlangsung sangat lambat, hanya dalam hitungan milimeter hingga sentimeter selama ratusan bahkan ribuan tahun. Namun karena berlangsung tanpa henti, hasilnya sangat dramatis.

Dalam waktu yang sangat lama terbentuk berbagai bentang alam khas kawasan karst, antara lain lembah-lembah sempit, tebing batu kapur yang curam, gua-gua bawah tanah, lorong sungai bawah tanah, mata air karst, rekahan batuan, hingga sungai yang mengikuti jalur alami batu kapur.

Sungai Bongka merupakan salah satu contoh sungai yang berkembang mengikuti sistem rekahan tersebut. Airnya mengalir melalui jaringan bawah permukaan sebelum kembali muncul sebagai aliran sungai yang sangat jernih.

Mengapa Air Sungai Bongka Sangat Jernih?

Salah satu daya tarik utama Sungai Bongka adalah kejernihan airnya. Banyak pengunjung terkesan karena dasar sungai tetap terlihat meski kedalamannya mencapai beberapa meter. Fenomena ini terjadi bukan hanya karena kawasan tersebut masih minim pencemaran, tetapi juga karena karakteristik batuan karst yang berfungsi sebagai penyaring alami.

Batuan kapur memiliki banyak pori, rekahan, dan rongga. Ketika hujan turun, air meresap ke dalam tanah, melewati lapisan batu kapur, lalu mengalir melalui sistem sungai bawah tanah. Dalam perjalanan tersebut, sebagian besar partikel lumpur dan sedimen tertahan oleh batuan sehingga air yang keluar melalui mata air menjadi sangat jernih.

Selain itu, kawasan yang masih tertutup vegetasi membantu mengurangi erosi tanah. Akar pepohonan menahan lapisan tanah agar tidak mudah terbawa air hujan menuju sungai. Kombinasi antara penyaringan alami dan tutupan hutan inilah yang menjaga kejernihan Sungai Bongka.

Ekosistem Karst yang Unik dan Kaya Kehidupan

Meski terlihat gersang di permukaan karena didominasi batu kapur, kawasan karst sebenarnya merupakan rumah bagi beragam flora dan fauna yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang khas sejak lama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Tabrakan Truk di Cawang Aki...
Luar Negeri
Kerusuhan Pecah di Milan, T...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.