Pemkab Kulon Progo Bertekad Angkat 'Geblek' Go Internasional
Jumat, 17 Jul 2026, 13:27 WIBKULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menginisiasi langkah strategis untuk mengangkat derajat makanan khas daerah, "geblek", agar mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara melalui penguatan inovasi dan riset.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Jumat, mengatakan "geblek" bukan sekadar camilan tradisional, melainkan potensi ekonomi yang harus memiliki daya saing tinggi, di mana pemkab tengah berupaya mentransformasi pengelolaan produk tersebut agar memenuhi standar kualitas ekspor.
"Komitmen kami ke depan untuk memajukan UMKM adalah selalu memberikan inovasi dan bekerja sama dengan lembaga riset. Bagaimanapun caranya, geblek harus bisa dijual ke luar daerah, bahkan jika perlu kualitas ekspor. Jangan hanya dinikmati masyarakat lokal saja," ujar Ambar Purwoko.
Ia mengakui bahwa sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kulon Progo memiliki perkembangan yang luar biasa berkat kreativitas dan kemampuan warga setempat. Namun, ia menyadari bahwa tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku usaha adalah pada aspek pemasaran.
Oleh karena itu, Pemkab Kulon Progo berkomitmen untuk memangkas hambatan tersebut melalui program pelatihan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah secara aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk melibatkan jajaran deputi kementerian terkait untuk memberikan pendampingan, inovasi, dan bantuan ide pengembangan produk.
"Komitmen kami adalah terus memberikan pelatihan. Hari ini pun kita mendapat dukungan dari Pak Deputi, serta berbagai inovasi dan ide yang siap kita terapkan. Intinya, kami ingin masyarakat Kulon Progo sejahtera," tambahnya.
Ambar mengatakan Pemkab Kulon Progo juga melakukan transformasi "Bela Beli" menuju "Global". Dalam upaya memajukan ekonomi daerah, Pemkab Kulon Progo melakukan revitalisasi visi ekonomi.
"Jika sebelumnya daerah ini dikenal dengan jargon lokal "Bela Beli Kulon Progo", kini pemerintah setempat mengusung semangat baru yang lebih ambisius, yakni "Lokal, Nasional, to Global"," katanya.
Ambar menilai semangat "Bela Beli" tetap menjadi fondasi, namun harus diperluas jangkauannya agar produk-produk UMKM Kulon Progo tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing di pasar global.
"Sekarang kita bikin jargon 'Lokal, Nasional, to Global'. Saatnya Kulon Progo maju, saatnya Kulon Progo panen. Kita ingin produk lokal kita sampai ke Jakarta dan negara-negara lain dengan kualitas yang sudah teruji," jelasnya.
Strategi yang ditempuh pemerintah tidak hanya berfokus pada kemasan atau rasa, tetapi juga pada standardisasi produk agar mampu bertahan lama dalam distribusi jarak jauh. Kolaborasi dengan riset teknologi pangan menjadi salah satu kunci utama agar geblek dapat dipasarkan secara luas tanpa mengurangi cita rasa autentik khas Kulon Progo.
"Langkah Pemkab Kulon Progo ini diharapkan dapat memberikan dampak domino bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat posisi Kulon Progo sebagai salah satu sentra industri kreatif berbasis kuliner tradisional di Indonesia," kata Ambar.
- Go Internasional
- Pemkab Kulon Progo
- "Geblek"
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Jogja 10K 2026 Dongkrak Sport Tourism dan Hunian Hotel di Yogyakarta
-
Wisatawan Nusantara Menjadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran
-
Penampilan Slank di Java Jazz Festival 2026
-
Hemat BBM, Lufthansa Pangkas 20 Ribu Penerbangan Jarak Pendek
-
Java Jazz Festival Ruang Kreatif Musisi dan Pelaku Ekraf untuk Berkembang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.