Jogja 10K 2026 Dongkrak Sport Tourism dan Hunian Hotel di Yogyakarta

Senin, 04 Mei 2026, 12:25 WIB

YOGYAKARTA - Gelaran Jogja 10K 2026 menjadi magnet besar bagi pelari dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 9.000 peserta dijadwalkan mengikuti lomba yang digelar pada 3 Mei 2026 tersebut, sekaligus memperkuat tren wisata olahraga di Kota Yogyakarta.

Mengambil lokasi ikonik kawasan Malioboro, ajang ini mengusung tema “Every Step Tells A Story” dengan menggabungkan olahraga lari dan pengalaman budaya khas Yogyakarta. Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga diajak menikmati atmosfer kota yang sarat nilai tradisi.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkot yogyakarta

Sehari sebelum pelaksanaan, konferensi pers digelar pada Sabtu (2/5) di Plaza Malioboro Mall Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyatakan bahwa kota ini terus berbenah menjadi ruang yang mendukung gaya hidup sehat.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara atas inisiatif Jogja 10K tahun 2026. Ini bukan sekedar ajang olahraga, tetapi juga pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dengan keindahan serta keaslian budaya di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini turut memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism yang memiliki karakter unik. Dari total peserta, sekitar 80 persen berasal dari luar daerah, yang berdampak langsung pada meningkatnya okupansi hotel. “Hal ini juga turut berdampak pada tingkat hunian hotel yang meningkat signifikan,” ujarnya.

Jogja 10K 2026 menghadirkan beberapa kategori yang dapat diikuti berbagai kalangan, mulai dari lomba 10K sebagai kategori kompetitif, fun run 5K bagi pemula, hingga heritage fun walk sejauh 3 kilometer yang menawarkan pengalaman berjalan santai menyusuri kawasan budaya.

Project Director Jogja 10K 2026, Sentanu Wahyudi, menjelaskan bahwa konsep kegiatan ini mengundang komunitas lari dari seluruh Indonesia untuk berwisata sekaligus berolahraga di Yogyakarta.

“Kami didukung oleh 105 komunitas dari Sabang sampai Merauke. Ini bukan hanya event lari, tetapi juga momentum rekreasi dan kebersamaan. Sepanjang rute, peserta akan disambut dengan berbagai atraksi budaya dan keramahan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Yogyakarta dipilih karena kekuatan budayanya, keramahan masyarakat, serta kondisi geografis yang mendukung penyelenggaraan lomba. “Terutama budaya yang ada di Malioboro sebagai tempat yang khas di Kota Yogyakarta,” tambahnya.

Dari sisi industri pariwisata, Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut dampak kegiatan ini sudah terasa signifikan. Tingkat hunian hotel di Kota Yogyakarta dilaporkan mendekati penuh.

“Sampai saat ini tingkat hunian hotel di Kota Yogyakarta hampir mencapai 90 persen, bahkan mendekati penuh. Tidak hanya hotel, pelaku UMKM juga merasakan manfaatnya. Aktivitas kota meningkat dan jalan-jalan mulai padat sejak beberapa hari terakhir,” katanya.

Ia berharap Jogja 10K dapat terus digelar secara rutin setiap tahun, mengingat tingginya minat peserta serta efek ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Harapan kami Jogja 10K 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan sukses, sekaligus menjadi momentum untuk mendorong gaya hidup sehat serta melestarikan budaya di Kota Yogyakarta,” ungkap Deddy.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pekerja Informal Lewat 3R

Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel

Sabtu, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hanya Buka di Depok, Tangerang dan Bekasi

Kemenpar Pasang Target Besar: Dieng Culture Festival Harus Bikin Wisata RI Makin Mendunia

Harga Emas Antam pada Sabtu (29/8) Anjlok Rp48.000 Menjadi Rp2,670 Juta/Gr

Dinas Pertanian Sumatera Selatan Sosialisasi Juknis Penyaluran Pupuk Subsidi ke Penyuluh

Terdata Desil 9, BPS Perbarui Data Warga Kulon Progo Timbul Jadi Desil 3

Komit Lestarikan Lingkungan, PT Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya

Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Jumlah Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok Terus Bertambah

Sudin Kesehatan Kepulauan Seribu Perkuat Tracing TB melalui Program CKG

Tiongkok Ingatkan Risiko Bencana Longsor Lanjutan di Perbatasan Nepal

Mulai Hari Ini, Draf PPHN Bisa Diakses Publik di Laman Resmi MPR RI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta: Ada Pertunjukan Tari Balet di TIM hingga Pameran Wastra Nusantara di Museum Tekstil

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Siap Salurkan Beras SPHP dan Minyakita

Pemprov Sumut Terus Antisipasi Lonjakan Harga Daging Ayam Ras Tembus Rp50.000/Kg

Pameran Antropologi dan Fotografi Malangan Hadir di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta, Catat Tanggalnya!

Pergelangan Kaki Bermasalah, Carlos Baleba Harus Absen Tiga Pekan

Tayang 1 Oktober, Film "Lobang Buaya" Garapan Hanung Bramantyo Berlatar Peristiwa Kelam Tahun 1965

Pemkab Kulon Progo Bersama UST Sediakan 300 Beasiswa dan Pendampingan UMKM

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.