Pemkab Gorontalo Utara Bentuk Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Jumat, 17 Jul 2026, 13:40 WIB

GORONTALO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo membentuk desa tangguh menghadapi perubahan iklim diawali dengan pembentukan kelompok kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Gorontalo Utara Osna Haluti di Gorontalo Utara, Jumat (17/7), menyaksikan langsung kegiatan pembentukan Pokja ProKlim di Desa Pilot Terpilih Kabupaten Gorontalo Utara.

Ket. Foto: Kegiatan pembentukan Pokja ProKlim di Desa Pilot Terpilih Kabupaten Gorontalo Utara. — Sumber: antara foto

Program tersebut dalam rangka mendukung implementasi Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gorontalo Utara, Camat Kwandang, para kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Kwandang, pendamping ProKlim serta para peserta dari desa-desa pilot yang menjadi lokasi pelaksanaan program, mengikuti pembentukan Pokja tersebut.

Osna mengatakan pembentukan Pokja ProKlim merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi Program Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund, sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi menjadi isu masa depan, melainkan tantangan nyata yang telah dirasakan masyarakat melalui perubahan pola musim, meningkatnya potensi banjir, kekeringan, abrasi pantai, sampai pada ancaman terhadap ketahanan pangan.

"Sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam, kawasan hutan, wilayah pesisir dan lahan pertanian, kabupaten ini memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca, melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," kata Osna mewakili Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu,

Ia mengatakan melalui Program Kampung Iklim, pemerintah daerah mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber daya air, pemanfaatan energi ramah lingkungan, pengendalian kebakaran lahan, penguatan ketahanan pangan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Osna mengatakan Pokja ProKlim memiliki peran penting sebagai motor penggerak seluruh kegiatan di tingkat desa. Oleh karena itu, Pokja ini diharapkan mampu menyusun rencana kerja sesuai potensi desa, mengkoordinasikan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Menggerakkan partisipasi masyarakat, mendokumentasikan seluruh aksi sebagai bahan evaluasi, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung keberlanjutan program.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, kata dia, mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan ProKlim sebagai gerakan bersama, dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kementerian Lingkungan Hidup, para pendamping dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, sehingga penguatan aksi perubahan iklim di daerah itu dapat terus ditingkatkan.

Ia berharap Pokja ProKlim mampu melahirkan Pokja yang aktif, mandiri dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

  • perubahan iklim
  • Pemkab Gorontalo Utara
  • Desa Tangguh

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.