Mantan Finalis Wimbledon Nick Kyrgios Diskors Sementara setelah Positif Kokain, Akui Kesalahan Besar
Kamis, 20 Agu 2026, 00:30 WIBLONDON â Mantan finalis Wimbledon, Nick Kyrgios, dijatuhi skors sementara dari aktivitas tenis setelah dinyatakan positif kokain. Petenis Australia tersebut mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada penggemar, keluarga, sponsor, serta orang-orang terdekatnya.
International Tennis Integrity Agency (ITIA) mengumumkan skors sementara terhadap Kyrgios, Rabu. Petenis berusia 31 tahun itu dinyatakan positif mengandung benzoylecgonine, metabolit kokain, berdasarkan sampel yang diambil ketika mengikuti turnamen ATP 250 di Mallorca pada Juni.
Laboratorium yang terakreditasi Badan Antidoping Dunia (WADA) mengonfirmasi temuan tersebut pada 17 Juli. Skors sementara Kyrgios sendiri telah berlaku sejak 4 Agustus. Dalam aturan Tennis Anti-Doping Programme (TADP), temuan zat terlarang non-spesifik dapat memicu skors sementara wajib.
Kyrgios kemudian mengakui kesalahannya melalui unggahan di Instagram.
âSaya baru-baru ini gagal dalam tes doping di Mallorca setelah dinyatakan positif kokain. Saya melakukan kesalahan besar dan bertanggung jawab penuh atas hal tersebut,â kata Kyrgios.
âSaya meminta maaf kepada penggemar, keluarga, sponsor, dan semua orang yang dekat dengan saya. Yang paling penting, saya meminta maaf kepada anak-anak yang mengikuti saya. Saya tahu contoh seperti apa yang saya berikan dan saya sangat kecewa kepada diri sendiri.â
Kokain termasuk zat stimulan dan zat yang dikategorikan sebagai substance of abuse dalam daftar terlarang WADA. Dalam regulasi antidoping tenis, kokain dilarang digunakan selama kompetisi.
Kyrgios tidak berusaha mencari alasan atas pelanggaran tersebut. Namun, ia memberikan gambaran mengenai kondisi fisik dan mental yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir.
Serangkaian cedera membuat karier Kyrgios terhenti dan memengaruhi kondisi psikologisnya. Ia mengaku kesulitan menerima kenyataan bahwa karier profesionalnya mulai mendekati penghujung.
âSaya ingin memberikan sedikit konteks mengenai kondisi saya. Cedera selama beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak besar kepada saya, baik secara fisik maupun mental,â ujarnya.
âTubuh saya tidak mampu melakukan apa yang diharapkan pikiran saya. Menerima kenyataan bahwa saya sudah mendekati akhir karier ternyata jauh lebih sulit daripada yang pernah saya bayangkan.â
Kyrgios mengatakan tenis selama ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya.
âSaya selalu mengatakan bahwa saya tidak memilih tenisâtenislah yang memilih saya. Namun, melepaskan sesuatu yang telah menjadi seluruh hidup saya merupakan salah satu hal tersulit yang pernah saya hadapi. Terkadang saya merasa tidak berdaya dan sendirian.â
Kyrgios pernah mencapai final Wimbledon 2022 dan sempat menduduki peringkat ke-13 dunia. Namun, setelah itu kariernya mengalami kemunduran akibat berbagai persoalan cedera.
Ia bahkan melewatkan seluruh musim 2024. Kyrgios juga menjalani operasi rekonstruksi pergelangan tangan dan operasi lutut.
Sejak awal 2023, ia hanya mampu tampil dalam 10 pertandingan. Kondisi tersebut membuat peringkatnya merosot jauh dari posisi terbaik yang pernah dicapainya.
Penampilan terakhir Kyrgios terjadi di Wimbledon tahun ini. Ia berpasangan dengan Alexander Bublik di nomor ganda, tetapi keduanya langsung tersingkir pada babak pertama.
Selama menjalani skors sementara, Kyrgios tidak diperbolehkan bertanding, melatih, ataupun menghadiri berbagai ajang yang diselenggarakan World Tennis, WTA, ATP, turnamen Grand Slam, maupun asosiasi tenis nasional.
Kyrgios memilih tidak mengajukan banding terhadap skors sementara tersebut. Ia juga mengumumkan akan menjauh dari media sosial dan kehidupan publik selama 28 hari untuk fokus memperbaiki kondisi dirinya.
âSaya minta maaf. Saya akan menjalani proses ini dan kembali sebagai pribadi yang lebih baik,â katanya.
Kasus ini menjadi ironi tersendiri bagi Kyrgios yang sebelumnya sangat vokal mengenai isu doping di tenis.
Ia pernah mengkritik keras kasus yang melibatkan Jannik Sinner dan Iga Swiatek. Kyrgios bahkan menyebut kasus doping yang menjerat dua petenis nomor satu dunia tersebut sebagai sesuatu yang buruk bagi citra olahraga.
Sinner sebelumnya dinyatakan positif mengandung jejak clostebol dalam dua tes pada 2024 dan menjalani larangan bermain selama tiga bulan. Ia kemudian dinyatakan tidak bersalah atas kesengajaan melakukan pelanggaran. Swiatek menerima larangan bermain selama satu bulan setelah dinyatakan positif trimetazidine.
âDua petenis nomor satu dunia sama-sama tersangkut kasus doping adalah sesuatu yang menjijikkan bagi olahraga kami. Ini merupakan pemandangan yang sangat buruk,â ujar Kyrgios kala itu.
Kini, Kyrgios justru menghadapi persoalan antidoping yang menempatkan masa depan kariernya kembali dalam ketidakpastian.
Kyrgios juga sebelumnya pernah berbicara terbuka mengenai perjuangan kesehatan mental yang dialaminya.
Pada 2019, setelah kalah dari Rafael Nadal di babak kedua Wimbledon, ia mengaku sempat mengalami pikiran untuk bunuh diri. Kyrgios mengatakan dirinya kemudian menjalani perawatan di sebuah bangsal psikiatri di London untuk mengatasi persoalan yang dihadapinya.
Pengakuan terbaru mengenai tekanan akibat cedera dan sulitnya menerima fase akhir karier menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi Kyrgios tidak hanya berkaitan dengan performa di lapangan.
Kini, ia memilih mengambil jarak dari dunia tenis dan kehidupan publik untuk sementara waktu.
Kasus doping tersebut masih berada dalam proses penanganan dan skors yang berlaku saat ini merupakan skors sementara, bukan keputusan sanksi final. ITIA menyatakan bahwa pemain yang dikenai skors sementara memiliki mekanisme untuk mengajukan banding dalam proses tersebut.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Cuaca Cerah Berawan–Berawan Tebal Terjadi di Kota-kota Besar RI
-
Pecahkan Rekor Roger Federer, Djokovic Melaju Perempat Final Wimbledon
-
BMKG Prakirakan Kota-kota Besar di Pulau Jawa Bakal Diselimuti Awan
-
Polres Metro Bekasi Selidiki Tewasnya Tiga Kru Kesenian Sisingaan
-
Pertumbuhan Ekonomi Terancam Melambat Tanpa Inovasi Pembiayaan, OJK Ingatkan Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.