- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kebakaran Hutan Kanada Kia...
Kebakaran Hutan Kanada Kian Mengganas, Gelombang Pengungsian Tak Terbendung
Jumat, 17 Jul 2026, 09:50 WIBNEW YORK â Kebakaran hutan yang kerap melanda Kanada bukan lagi sekadar fenomena musiman, melainkan mencerminkan meningkatnya risiko akibat perubahan iklim.
Suhu yang lebih tinggi, musim kemarau yang lebih panjang, serta kondisi hutan yang semakin kering membuat api lebih mudah muncul dan sulit dikendalikan.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di dalam negeri melalui kerusakan ekosistem, hilangnya habitat satwa, dan kerugian ekonomi, tetapi juga meluas ke negara lain akibat asap lintas batas yang menurunkan kualitas udara.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan telah berkembang menjadi isu lingkungan dan kesehatan global, sehingga membutuhkan strategi mitigasi yang lebih kuat, mulai dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan, sistem peringatan dini, hingga penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengatakan situasi kebakaran hutan di negaranya semakin memburuk secara signifikan dalam tiga pekan terakhir.
Dalam unggahan di platform X, Rabu (14/7), Carney menyebutkan ribuan warganya terpaksa mengungsi dan belum mengetahui apakah rumah mereka dapat selamat dari amukan api.
"Situasi kebakaran hutan telah meningkat secara signifikan dalam tiga pekan terakhir di seluruh negeri, terutama di Northwestern Ontario. Ribuan orang terpaksa mengungsi meninggalkan tempat tinggal mereka dan tidak tahu apakah rumah mereka akan mampu bertahan," kata Carney.
Asap kebakaran hutan di Kanada juga dilaporkan telah mencapai Amerika Serikat. Koresponden RIA Novosti melaporkan langit di atas New York dan Boston diselimuti kabut asap akibat kebakaran tersebut.
Menurut Pusat Kebakaran Hutan Antar-departemen Kanada (CIFFC), saat ini terdapat 843 kebakaran hutan aktif di seluruh negeri, dengan 181 di antaranya masuk kategori di luar kendali.
Sejak awal tahun ini, Kanada mencatat hampir 3.500 kebakaran hutan dengan total area terdampak mencapai sekitar 1,9 juta hektare.
Sementara itu, CBC News, Rabu, menayangkan rekaman dari kabin kereta barang yang memperlihatkan para pekerja meminta pertolongan darurat setelah terjebak di tengah kobaran api.
Video tersebut beredar luas di media sosial dan memicu tuntutan pertanggungjawaban terhadap operator kereta Canadian National Rail.
Perusahaan itu kemudian menyatakan seluruh pekerja yang terjebak di dekat Armstrong, Ontario, dapat dievakuasi dengan kondisi selamat. Canadian National Rail juga mengumumkan seluruh operasinya di wilayah tersebut dihentikan sementara akibat kebakaran.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.