Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Batalkan Rencana Tarif Tol Selat Hormuz, tetapi Blokade Iran Tetap Berlanjut

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 06:27 WIB | Oleh:

Sehari sebelumnya, Trump bahkan mengancam AS akan mengambil kendali atas Selat Hormuz dan mengenakan biaya hingga 20 persen kepada kapal-kapal yang menginginkan jaminan perjalanan aman. Gagasan tersebut bertolak belakang dengan posisi lama Washington yang mendukung kebebasan navigasi di perairan internasional.

Para analis memperingatkan bahwa membuka Selat Hormuz secara paksa melalui operasi militer dapat membutuhkan pengerahan puluhan ribu tentara AS. Sejak pekan lalu, serangan Amerika terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 28 orang.

Iran sendiri menolak keras keterlibatan AS dalam pengelolaan selat tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan tetap menjadi penjaga Selat Hormuz “selamanya”.

Ketegangan juga mulai menimbulkan korban dari negara lain. India melayangkan protes keras kepada Iran setelah seorang pelautnya tewas dan 10 warga India lainnya terluka parah dalam serangan terhadap dua kapal tanker.

Ancaman konflik yang semakin luas turut memengaruhi penerbangan sipil. Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa memperingatkan maskapai untuk menghindari wilayah udara Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, serta Teluk Oman karena perkembangan militer yang dinilai semakin sulit diprediksi.

Gejolak juga terasa di pasar energi. Harga minyak mentah pada Selasa naik ke level tertinggi dalam empat pekan, menembus 86 dolar AS per barel. Angka tersebut masih berada di bawah puncak hampir 120 dolar AS per barel yang sempat tercatat selama perang.

Di tengah eskalasi AS-Iran, jalur diplomasi lain di kawasan tetap berjalan. Delegasi Lebanon dan Israel dijadwalkan bertemu di Roma untuk melanjutkan perundingan yang dimediasi Amerika Serikat mengenai penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Namun, dengan serangan AS dan Iran yang terus berlangsung serta Selat Hormuz tetap menjadi pusat perebutan kendali, prospek tercapainya stabilitas di Timur Tengah kembali menghadapi ujian berat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
130 Orang Masih Dicari dala...
Megapolitan
LRT Jabodebek Targetkan 30 ...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.