Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 07:30 WIB | Oleh:
MPR RI Ajak Pelajar Gen Z Jadi Garda Terdepan Melawan Hoaks di Era Digital Doc: istimewa
Ket. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Budi Muliawan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas di Aula Serbaguna Hj. Siti Marsiyam Mardjani, Jakarta, Selasa (14/7).

JAKARTA – Derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan baru bagi generasi muda Indonesia. Di tengah kemudahan mengakses berbagai platform digital, pelajar dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk disinformasi.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Budi Muliawan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas di Aula Serbaguna Hj. Siti Marsiyam Mardjani, Jakarta, Selasa (14/7).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Al Islam Bahrul Ulum Ciracas, Hj. Harimurti, Kepala SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas, Tati Ferawati, serta Wakil Kepala Sekolah, Muhammad Alhabib Yusron.

Dalam paparannya yang bertajuk "Membangun Karakter Kebangsaan di Era Digital", Budi Muliawan mengatakan Generasi Z merupakan generasi yang lahir dan tumbuh bersama perkembangan internet sehingga menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, setiap informasi yang diterima harus disaring dan diverifikasi sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi perang fisik, melainkan perang melawan hoaks , disinformasi, manipulasi informasi, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence/AI ). Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting bagi setiap pelajar.

"Karakter kebangsaan tidak cukup dipelajari di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial. Salah satu bentuk bela negara di era digital adalah tidak mudah percaya pada hoaks dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya," ujarnya.

Budi Muliawan juga mengingatkan bahwa algoritma media sosial dapat membentuk cara pandang seseorang karena terus menyajikan konten yang sesuai dengan kebiasaan penggunanya. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan filter bubble atau gelembung informasi yang membuat seseorang hanya menerima sudut pandang tertentu.

Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk membiasakan diri berdiskusi secara terbuka, menghargai perbedaan pendapat, serta memperluas wawasan dari berbagai sumber informasi yang kredibel.

Selain itu, ia menekankan pentingnya etika digital dengan menghindari perundungan siber ( cyberbullying ), ujaran kebencian, serta penyebaran konten negatif yang dapat merusak persatuan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Muliawan juga mengajak para siswa memahami sejarah perjuangan bangsa, mulai dari Sumpah Pemuda hingga Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, pemahaman sejarah menjadi fondasi penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kepercayaan diri sebagai generasi penerus bangsa.

Benteng di Era Digital
Kepada para peserta MPLS, Budi Muliawan memperkenalkan Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng penting agar generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan maupun berbagai upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Selain itu, para pelajar juga didorong memanfaatkan teknologi digital secara positif dan produktif, baik untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, mempromosikan budaya Indonesia, maupun menyebarluaskan berbagai prestasi anak bangsa.

Di akhir paparannya, Budi Muliawan berpesan agar para siswa terus membangun karakter melalui penguatan nilai-nilai agama, menghormati orang tua dan guru, serta aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi di lingkungan sekolah sebagai sarana membangun kepemimpinan dan kepedulian sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.