Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kawal Revisi UU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Kedepankan Dialog

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Kawal Revisi UU Ketenagakerjaan, Koalisi Buruh Kedepankan Dialog Doc: antara foto
Ket. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7).

JAKARTA - Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia menegaskan pihaknya mengedepankan dialog dalam mengawal revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan dan akan bertemu langsung pimpinan DPR RI pada pekan depan untuk menyampaikan masukan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7), menyampaikan pihaknya tidak ingin pertemuan dengan DPR hanya bersifat seremonial atau sekadar menyerahkan naskah usulan.

Pertemuan tersebut akan dihadiri seluruh pimpinan konfederasi buruh yang tergabung dalam koalisi sehingga aspirasi pekerja dapat disampaikan secara terbuka dan menyeluruh.

"Kami ingin menuangkan ide, gagasan, dan pokok-pokok pikiran secara terbuka. Seluruh pimpinan konfederasi harus diberi kesempatan berbicara agar aspirasi buruh benar-benar didengar," kata Andi Gani.

Ia juga meminta seluruh pimpinan fraksi di DPR hadir dalam pertemuan tersebut, tidak hanya Komisi IX, agar seluruh kekuatan politik memahami aspirasi mayoritas buruh Indonesia.

Ia menyatakan tetap optimistis DPR dan pemerintah akan membuka ruang dialog serta mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan semua pihak.

"Kami percaya DPR dan pemerintah serius mendengarkan aspirasi buruh. Kami harapkan pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan dilakukan secara matang, tidak dikebut semalam serta tidak memunculkan pasal-pasal yang merugikan pekerja," ujarnya.

Menurut Andi Gani, Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang kini beranggotakan 18 konfederasi dan 157 federasi serikat pekerja merupakan simbol persatuan gerakan buruh.

Koalisi juga akan membentuk sekretariat bersama yang dibangun secara gotong royong oleh seluruh konfederasi.

"Semua konfederasi patungan akan meresmikan sekretariat bersama sebagai rumah untuk menuangkan pikiran dan gagasan demi kepentingan buruh Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KSPSI Jumhur Hidayat, Arif Minardi, mengatakan momentum revisi UU Ketenagakerjaan harus dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai ketentuan yang selama ini dinilai merugikan pekerja.

"Revisi harus menghasilkan perlindungan yang lebih kuat bagi buruh, tanpa mengabaikan kepentingan dunia usah," kata Arif.

Sedangkan Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Rudi HB Daman mengatakan revisi UU Ketenagakerjaan harus mengarah pada perlindungan sejati dan jaminan kesejahteraan bagi buruh dan keluarganya.

DPR RI bakal mengebut pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan agar segera rampung dan disahkan menjadi undang-undang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

BMKG: Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Guncang Kepulauan Sangihe

22 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BMKG: Gempa Bumi Magnitudo ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp58.400/...

AS dan Iran Saling Baku Tembak di Selat Hormuz

59 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Luar Negeri
AS dan Iran Saling Baku Tem...
Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.