• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Terekam Dalam Gelap, Upaya...

Terekam Dalam Gelap, Upaya Mengabadikan Kisah Para Pejuang Malam

Minggu, 02 Agu 2026, 17:55 WIB

JAKARTA — Ketika sebagian besar masyarakat mulai terlelap, aktivitas sejumlah pekerja justru baru dimulai. Pedagang pasar yang bersiap sejak dini hari, petugas keamanan, tenaga medis, hingga nelayan tetap menjalankan aktivitasnya untuk memastikan kehidupan terus berjalan.

Namun, kehidupan para pekerja malam tersebut belum banyak terdokumentasikan. Kondisi itu menjadi latar belakang Infinix menghadirkan film pendek berjudul Terekam Dalam Gelap, karya sutradara Kevin Rahardjo dan dibintangi aktris Faradina Mufti.

Ket. Foto: Aktivitas pekerja di malam hari. Infinix menghadirkan film pendek Terekam Dalam Gelap untuk mengangkat kisah para pekerja malam sekaligus membuka kompetisi jurnalistik dan citizen journalism. — Sumber: Infinix

Film tersebut mengangkat kehidupan para pekerja yang menjalankan aktivitas ketika sebagian besar masyarakat beristirahat. Inisiatif itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Infinix mendorong dokumentasi kehidupan malam di Indonesia melalui karya jurnalistik dan citizen journalism.

Dalam film Terekam Dalam Gelap, Faradina Mufti memerankan Anya, seorang jurnalis foto yang pada awalnya memandang malam sebagai ruang yang penuh ketidakpastian. Dalam perjalanan liputannya, Anya kemudian menemukan sisi lain dari kehidupan malam, yakni keberadaan para pekerja yang tetap menjalankan aktivitas ketika kota mulai sepi.

Sutradara Kevin Rahardjo mengatakan, film tersebut sengaja membawa penonton melihat kehidupan malam melalui sudut pandang Anya. Perubahan perspektif menjadi bagian penting dalam membangun cerita.

"Kami sengaja mengajak penonton memasuki malam melalui sudut pandang Anya. Di awal, malam terasa penuh ketidakpastian dan membuat kita terus bertanya-tanya. Namun, seiring cerita berjalan, kami ingin menunjukkan bahwa yang sebenarnya selama ini tersembunyi bukanlah ancaman, melainkan orang-orang yang bekerja tanpa pernah benar-benar kita lihat," ujar Kevin melalui siaran pers pada hari Jumat (31/7).

Menurut dia, perubahan perspektif tersebut menjadi inti cerita Terekam Dalam Gelap, yakni memperlihatkan bahwa di balik suasana malam yang kerap dipandang penuh misteri terdapat orang-orang yang berperan menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung.

Dokumentasi dengan Kamera Ponsel

Film tersebut juga menjadi medium bagi Infinix untuk menunjukkan kemampuan kamera smartphone dalam mendokumentasikan aktivitas di lingkungan dengan pencahayaan minim.

Infinix NOTE 60 Pro yang diperkenalkan pada Februari 2026 menjadi perangkat yang digunakan dalam proses produksi dokumentasi film. Smartphone tersebut dibekali Snapdragon 7s Gen 4 5G Platform, baterai berkapasitas 6.500 mAh dengan dukungan 90W FastCharge, sistem pendingin 3D Ice Core VC Chamber Cooling, wireless charging, serta layar 144Hz 1.5K Ultra HDR Display.

Untuk kemampuan fotografi, perangkat ini mengandalkan kamera utama 50 MP OIS Night Master Camera. Teknologi tersebut digunakan untuk mengambil foto-foto dokumentasi yang muncul sepanjang film.

Infinix menyebut penggunaan kamera tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan bagaimana teknologi fotografi pada smartphone dapat digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas dalam kondisi minim cahaya.

Country Manager Infinix Indonesia Tommy Xiong mengatakan, teknologi kamera menurutnya tidak hanya berkaitan dengan kualitas gambar, tetapi juga dapat digunakan untuk membantu masyarakat melihat cerita yang sebelumnya luput dari perhatian.

"Melalui NOTE 60 Pro, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi kamera bukan hanya soal menghasilkan foto yang lebih tajam. Nilainya muncul ketika teknologi mampu membantu lebih banyak orang melihat, memahami, dan mengapresiasi mereka yang selama ini bekerja di balik malam," kata Tommy.

Mengembangkan Konsep Shutter Currency

Infinix tidak hanya menjadikan Terekam Dalam Gelap sebagai film pendek. Perusahaan juga memperkenalkan konsep Shutter Currency, sebuah inisiatif yang memberikan apresiasi kepada para pekerja malam yang menjadi subjek dokumentasi.

Konsep tersebut berangkat dari persoalan yang kerap muncul dalam produksi karya jurnalistik maupun fotografi. Fotografer memperoleh karya, media mendapatkan cerita, dan masyarakat memperoleh informasi, sementara orang yang menjadi subjek utama cerita belum tentu mendapatkan manfaat secara langsung.

Melalui Shutter Currency, pekerja malam yang kisahnya terpilih akan mendapatkan bentuk apresiasi sebagai penghargaan atas kontribusi mereka dalam menghadirkan cerita kepada publik.

Infinix kemudian melanjutkan gerakan tersebut melalui Kompetisi Jurnalis Nasional yang melibatkan 50 jurnalis dari berbagai media dan kota di Indonesia.

Para jurnalis akan diminta mendokumentasikan kisah para pekerja malam melalui artikel, photo story, maupun liputan visual. Peserta akan melalui proses seleksi administrasi dan proposal sebelum ditetapkan sebagai 50 finalis.

Pendaftaran kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 1–13 Agustus 2026. Sementara periode peliputan berlangsung pada 17 Agustus hingga 27 Oktober 2026.

Dalam kompetisi tersebut, Infinix menyediakan NOTE 60 Pro yang digunakan peserta secara bergantian melalui sistem rotasi selama periode peliputan. Foto utama yang digunakan dalam kompetisi wajib diambil menggunakan perangkat tersebut dan tidak boleh mengalami manipulasi digital yang mengubah substansi foto.

Karya peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kualitas jurnalistik, kedalaman cerita, nilai berita, kekuatan visual, serta kemampuan menghadirkan kehidupan malam secara autentik.

Peserta yang mengikuti kompetisi juga berkesempatan mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan produk Infinix NOTE 60 Pro.

Masyarakat Bisa Ikut Mendokumentasikan

Gerakan dokumentasi kehidupan malam tersebut juga dibuka untuk masyarakat umum melalui Citizen Journalism Competition.

Dalam program ini, masyarakat diajak mendokumentasikan kisah pekerja malam yang berada di lingkungan sekitar mereka. Karya dibuat dalam format Instagram Reels dengan durasi 45–90 detik dan menggunakan tanda pagar #TerekamDalamGelap.

Tiga karya terbaik akan mendapatkan hadiah berupa Infinix NOTE 60 Pro.

Melalui kompetisi tersebut, Infinix berharap dokumentasi mengenai kehidupan pekerja malam tidak hanya berasal dari media profesional, tetapi juga berkembang melalui kontribusi masyarakat dan kreator.

Tommy mengatakan, gerakan tersebut diharapkan dapat terus berjalan setelah film pendek Terekam Dalam Gelap selesai ditayangkan.

"Kami berharap Terekam Dalam Gelap tidak berhenti ketika filmnya selesai ditonton. Kami ingin gerakan ini terus hidup melalui karya para jurnalis, kreator, dan masyarakat yang ikut mendokumentasikan kehidupan para Pejuang Malam," ujarnya.

Menurut Tommy, semakin banyak cerita mengenai pekerja malam yang terdokumentasikan, semakin besar pula peluang masyarakat memberikan perhatian dan apresiasi kepada mereka yang selama ini bekerja tanpa banyak terlihat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.