Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi Unand Bikin Kerupuk UMKM Agam Lebih Berkualitas dan Bernilai Jual

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Unand Bikin Kerupuk UMKM Agam Lebih Berkualitas dan Bernilai Jual Doc: ANTARA/ Al Fatah.
Ket. Rumah Pengeringan (Dome) produk lokal di Nagari Koto Tangah, Kabupaten Agam yang dirancang oleh Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Universitas Andalas (Unand), Jumat (10/7/2026).

AGAM – Peningkatan kualitas produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Kualitas yang lebih baik, mulai dari bahan baku, proses produksi, desain kemasan, hingga pemenuhan standar dan sertifikasi, akan meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang memasuki pasar yang lebih luas.

Namun, upaya tersebut perlu didukung oleh akses terhadap pembiayaan, pendampingan, adopsi teknologi, serta penguatan kapasitas pelaku usaha.

Dengan kualitas produk yang terus meningkat, UMKM tidak hanya mampu menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, tetapi juga berpotensi naik kelas dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok nasional maupun global.

Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Agam dengan menghadirkan rumah pengering guna meningkatkan kualitas kerupuk produksi mereka.

Ketua TPM Fakultas Teknologi Pertanian Unand Mislaeni di Agam, Jumat (10/7), menjelaskan terdapat beberapa fokus dalam kegiatan pengabdian ini yang utamanya adalah melakukan perbaikan pada proses pengeringan kerupuk berbahan ubi kayu yang selama ini masih mengandalkan cara konvensional.

"Biasanya mereka hanya mengandalkan cara sederhana dengan menjemur kerupuk di bawah sinar matahari langsung di lahan terbuka. Maka dari itu, kami dari pihak akademisi merancang sebuah dome atau rumah pengeringan," katanya.

Menurut dia, inovasi rumah pengeringan ini dirancang agar proses pengeringan menjadi lebih higienis, cepat dan memiliki bentuk produk yang lebih baik.

Selain itu, alat ini mengurangi ketergantungan pada cuaca sehingga proses produksi tidak terganggu saat turun hujan.

Dome pengeringan keripik itu berbentuk ruang tertutup di ruang terbuka ukuran 1x2 meter dengan konstruksi menggunakan rangka hollow galvanis anti karat sistem bongkar-pasang serta dilengkapi dengan kipas sirkulasi dan exhaust fan untuk mengatur kelembaban dan suhu secara otomatis.

"Rumah pengeringan ini menggunakan sistem rak yang mampu menampung sekitar 20 nampan dalam sekali proses pengeringan. Selain perbaikan alat, tim dosen juga memberikan pendampingan terkait variasi rasa, desain label kemasan, serta bantuan legalitas usaha," kata dia.

Kegiatan pendampingan yang melibatkan sekitar 50 mahasiswa ini direncanakan berlangsung selama 6 bulan.

Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM Kerupuk Ubi Kamang dapat terus meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat memperluas jangkauan pasar.

Wali Nagari (Kepala Desa) Koto Tangah Amrizal Gunawan merespons positif dan menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang diangkat oleh Universitas Andalas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Resmi IPO Hari Ini, Jumat (10/7), RANS Entertainment Bantah Rumor Pencucian Uang

Resmi IPO Hari Ini, Jumat (10/7), RANS Entertainment Bantah Rumor Pencucian Uang

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.