Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Upah Riil Jepang Naik 5 Bulan Beruntun, Konsumsi Warga Masih Lesu

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Upah Riil Jepang Naik 5 Bulan Beruntun, Konsumsi Warga Masih Lesu Doc: AFP/CHARLY TRIBALLEAU
Ket. Seorang pekerja berlari di trotoar di distrik Ginza, Tokyo.

Tokyo – Upah riil di Jepang pada Mei 2026 meningkat 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi yang kelima secara berturut-turut sekaligus mencatat tren positif terpanjang sejak periode kenaikan tujuh bulan pada 2021, didorong hasil negosiasi upah yang kuat antara pekerja dan perusahaan.

Dikutip dari Antara, berdasarkan data pemerintah yang dirilis pada Selasa (7/7), pertumbuhan upah berlanjut setelah selama empat tahun hingga 2025 terus mengalami penurunan. Meski demikian, prospek kenaikan upah ke depan masih dibayangi risiko gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga bahan baku dan energi.

Di sisi lain, pemulihan konsumsi domestik masih berjalan lambat. Data terpisah menunjukkan pengeluaran rumah tangga secara riil turun 0,4 persen pada Mei dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut menjadi yang keenam secara berturut-turut, padahal konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang melaporkan upah nominal per pekerja, termasuk gaji pokok dan upah lembur, naik 3,2 persen menjadi 311.165 yen atau sekitar 1.900 dollar AS (sekitar 33,9 juta rupiah).

Pertumbuhan itu menjadi bulan keempat berturut-turut dengan kenaikan di atas 3 persen, pertama kalinya dalam lebih dari 34 tahun. Namun, kenaikan upah riil pada Mei melambat dibandingkan April yang setelah direvisi tercatat naik 2 persen.

Seorang pejabat kementerian menjelaskan perlambatan tersebut dipengaruhi berkurangnya jumlah hari kerja akibat libur Golden Week yang berlangsung dari akhir April hingga awal Mei.

Indeks inflasi yang digunakan dalam perhitungan upah riil meningkat dari 1,5 persen pada April menjadi 1,7 persen pada Mei. Meski naik, inflasi dinilai masih relatif terkendali berkat program subsidi pemerintah untuk menekan harga bahan bakar di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Dari komponen upah nominal, gaji pokok meningkat 3 persen menjadi 275.942 yen, sedangkan upah lembur naik 2,9 persen menjadi 20.003 yen.

Sementara itu, Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melaporkan rumah tangga yang terdiri atas dua orang atau lebih membelanjakan rata-rata 320.345 yen pada Mei, turun 0,4 persen secara riil dibandingkan tahun sebelumnya.

Belanja makanan yang mencakup sekitar sepertiga total pengeluaran meningkat 2,4 persen, didorong kenaikan pengeluaran untuk makan di luar rumah dan makanan olahan. Pengeluaran untuk pakaian dan alas kaki juga naik 4 persen berkat momentum libur Golden Week.

Kebijakan Moneter

Pertumbuhan upah yang kuat dan membaiknya konsumsi domestik menjadi syarat penting bagi Bank of Japan (BOJ) untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya setelah mengakhiri lebih dari satu dekade pelonggaran moneter pada Maret 2024.

Dalam pidato yang dirilis pada Juni lalu, setelah BOJ menaikkan suku bunga acuan menjadi 1 persen atau level tertinggi dalam 31 tahun, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga apabila kondisi ekonomi, inflasi, dan sektor keuangan berkembang sesuai proyeksi.

Sementara itu, Konfederasi Serikat Buruh Jepang (Rengo) melaporkan perusahaan-perusahaan Jepang menyepakati kenaikan upah rata-rata sebesar 5,01 persen dalam negosiasi upah musim semi 2026. Capaian tersebut menjadi tahun ketiga berturut-turut kenaikan gaji melampaui 5 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
PSIM Tak Ikutkan Fahreza Su...
Luar Negeri
Serangan Teroris di Pakista...
Olahraga
Piala Dunia, Messi Pimpin P...

Tindak Perdagangan Orang Rawan Terjadi di Kepri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tindak Perdagangan Orang Ra...
Nasional
RI Perlu Perkuat Produktivi...
Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

Piala Dunia, Argentina Lolos dari Lubang Jarum, Tunjukkan Mental Juara

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.