Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terseret Sentimen S&P Dow Jones, Investor Pilih Menepi

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terseret Sentimen S&P Dow Jones, Investor Pilih Menepi Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
Ket. Ilustrasi-Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar setelah rilis terbaru dari S&P Dow Jones yang memicu kekhawatiran terhadap persepsi investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Sentimen tersebut mendorong aksi ambil untung dan peningkatan aversi risiko, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Meski demikian, arah pergerakan IHSG ke depan tidak hanya akan ditentukan oleh sentimen eksternal, tetapi juga oleh fundamental ekonomi domestik, stabilitas nilai tukar rupiah, serta respons kebijakan yang mampu menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7) sore, ditutup melemah 113,12 poin atau 1,89 persen ke posisi 5.873,37 terbebani oleh sentimen pengumuman dari penyedia indeks global yaitu S&P Dow Jones.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,04 poin atau 2,02 persen ke posisi 582,88.

"IHSG melemah yang terbebani sentimen rilis S&P Dow Jones," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Nico menjelaskan beban pasar keuangan bertambah setelah pengumuman S&P Dow Jones Indices yang memasukkan Indonesia ke dalam watchlist (daftar pantau) negara yang berpotensi mengalami reklasifikasi pasar pada tahun 2027.

Melalui pengumumannya, S&P Dow Jones Indices melakukan pemantauan khusus terhadap pasar modal Indonesia, dan memberikan peringatan status dengan potensi diturunkan statusnya dari emerging market menjadi frontier market.

Lembaga penyedia indeks global itu menyatakan akan terus memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dengan mengacu pada panduan baru yang diterbitkan oleh BEI.

"Penurunan status tersebut sehubungan dengan kondisi transparansi pasar modal domestik, seperti hal sama yang dilakukan sebelumnya oleh MSCI. Kondisi ini tentunya memberikan tekanan pasar keuangan dalam negeri,” ujar Nico.

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia mayoritas melemah terbebani risiko geopolitik di tengah ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang kembali meningkat, yang mana serangan udara terhadap Iran mendorong eskalasi terbaru.

Aksi militer terbaru itu menyusul serangan baru-baru ini terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sementara, Washington melakukan dispensasi yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak mentah di pasar global sehingga mengancam kesepakatan perdamaian sementara AS dengan Iran, untuk mengakhiri perang dan mendorong kenaikan harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.