Middle Income Trap Masih Mengintai, Ini 3 Kunci Indonesia Jadi Negara Maju
📅 Selasa, 07 Jul 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisTantangan Regional
Pandangan serupa disampaikan Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman. Menurutnya, naiknya Vietnam dan Filipina ke kelompok negara berpendapatan menengah atas membuat kompetisi kawasan bergeser dari sekadar menawarkan upah murah menjadi persaingan produktivitas, industrialisasi, kualitas sumber daya manusia, dan ekspor bernilai tambah.
Bagi Indonesia, kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Investor kini akan membandingkan Indonesia dengan Vietnam yang unggul di manufaktur ekspor, Filipina di sektor jasa dan tenaga kerja terdidik, serta Malaysia dan Thailand yang telah memiliki rantai pasok industri lebih matang.
Rizal menilai Indonesia masih memiliki keunggulan dari sisi ukuran ekonomi, pasar domestik, serta kekayaan sumber daya alam. Namun, sejumlah persoalan mendasar seperti produktivitas tenaga kerja, biaya logistik, kepastian regulasi, kualitas SDM, dan inovasi masih menjadi hambatan yang harus segera dibenahi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi tetap realistis dalam jangka panjang, tetapi hanya dapat dicapai melalui industrialisasi bernilai tambah, penguatan ekspor manufaktur dan jasa modern, peningkatan kualitas pendidikan dan vokasi, percepatan inovasi, kepastian investasi, serta reformasi birokrasi.
"Tanpa itu, Indonesia berisiko terjebak dalam middle-income trap. Naik kelas secara statistik, tetapi belum cukup kuat menjadi ekonomi maju," kata Rizal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!