Baterai Mobil Listrik dari Sekam Padi? Begini Cara Terbaru UI Berinovasi
Selasa, 07 Jul 2026, 19:25 WIBDEPOK - Universitas Indonesia (UI) mengembangkan limbah sekam padi sebagai bahan baterai mobil listrik yang merupakan bagian dari komitmen kampus tersebut dalam menghasilkan inovasi menghadapi tantangan global.
Melalui disertasi berjudul âPemanfaatan Sekam Padi sebagai Sumber Karbon dan Silika untuk Memodifikasi NMC811 Berdoping Natrium Sebagai Katoda Baterai Ion Litiumâ, lulusan Program Doktor Departemen Teknik Metalurgi dan Material dari Fakultas Teknik (FTUI) Fiona Angellinnov memaparkan potensi limbah sekam padi sebagai bahan baku material baterai kendaraan listrik.
Fiona di Kampus UI Depok, Selasa (7/7), menawarkan pendekatan inovatif dengan memanfaatkan sekam padi sebagai sumber karbon dan silika untuk meningkatkan performa katoda baterai ion litium.
Temuan ini membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung penguatan industri baterai nasional dan transisi energi berkelanjutan.
âIndonesia memiliki sumber biomassa yang sangat melimpah, salah satunya sekam padi. Saya berharap penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung pengembangan baterai generasi mendatang dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional,â ujar Fiona.Â
Melalui riset tersebut sekam padi diolah menjadi material silika dan karbon yang digunakan untuk memodifikasi katoda NMC811 (Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide) berdoping natrium.

Doktor Departemen Teknik Metalurgi dan Material dari Fakultas Teknik (FTUI), Fiona Angellinnov. Antara/HO-Humas UI
Ia mengatakan rekayasa material tersebut terbukti meningkatkan stabilitas struktur dan kinerja elektrokimia katoda, sehingga berpotensi menghasilkan baterai yang lebih efisien, awet, dan ramah lingkungan.
Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan menegaskan capaian Fiona menunjukkan arah riset FTUI yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga solusi nyata terhadap tantangan global.
âPemanfaatan limbah sekam padi untuk meningkatkan performa material baterai merupakan contoh nyata bagaimana penelitian dapat mengintegrasikan aspek keberlanjutan, inovasi teknologi, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Riset seperti ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa, termasuk pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik yang menjadi agenda prioritas Indonesia menuju transisi energi berkelanjutan,â ujarnya.
Temuan ini menegaskan bahwa limbah pertanian tidak hanya memiliki nilai ekonomi baru, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari solusi teknologi energi masa depan.
Melalui inovasi berbasis sumber daya lokal, UI terus mendorong lahirnya riset yang mendukung agenda keberlanjutan, hilirisasi, dan transisi energi di Indonesia dan dunia. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Balai TNGR Bangun Rest Shelter di Kawasan Gunung Rinjani
-
KAI Percepat Uji Coba B50 Jelang Penerapan Nasional pada Juli 2026
-
BBM Mahal, Kendaraan Listrik di Kamboja Melonjak
-
Ferrari Perkenalkan Mobil Listrik Pertama, Luce, Segini Harganya!
-
BMKG: Mayoritas Wilayah NTT Berpotensi Hujan Lebat pada 18–20 Mei 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.