- Home
-
- Luar Negeri
-
- Alarm Isolasi di Skotlandi...
Alarm Isolasi di Skotlandia: Pasien Diduga Ebola Guncang Glasgow
Rabu, 01 Jul 2026, 20:23 WIBGreater London (ANTARA) - Seorang pasien menjalani tes terkait dugaan infeksi virus Ebola di sebuah rumah sakit di Glasgow, Inggris, setelah dirawat pada Selasa dini hari (30/6).
Menurut laporan media setempat, pasien tersebut dibawa ke Rumah Sakit Universitas Queen Elizabeth di Glasgow, di mana serangkaian tes dilakukan untuk menentukan apakah pasien tersebut tertular virus itu.
Surat kabar The National melaporkan orang tersebut baru saja kembali ke Glasgow dari negara yang terdampak wabah Ebola.
Seorang sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Ebola adalah penyakit mematikan dan menular, sehingga langkah-langkah darurat harus segera diterapkan untuk melindungi staf dan masyarakat umum.
"Orang tersebut datang ke Unit Penerimaan Pasien Gawat Darurat, tempat orang-orang dirujuk oleh dokter umum mereka atau melalui nomor 101 dari badan kesehatan daripada harus datang ke unit gawat darurat. Unit tersebut segera ditutup dan diisolasi dari bagian rumah sakit lainnya," kata sumber itu.
Pejabat kesehatan setempat belum mengonfirmasi diagnosis tersebut.
Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi kasus pertama di Inggris sejak wabah yang baru-baru ini merebak di Republik Demokratik Kongo dinyatakan sebagai kondisi darurat kesehatan masyarakat dan menjadi perhatian internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pekan lalu, Prancis mengonfirmasi kasus Ebola impor pertamanya setelah seorang dokter kemanusiaan kembali dari misi di Kongo.
Wabah Ebola, yang berpusat di Provinsi Ituri bagian timur, telah menyebar ke daerah-daerah tetangga dan mendorong peningkatan pengawasan di Uganda di tengah kekhawatiran akan penularan lintas batas.
Para pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa wabah tersebut terus menimbulkan ancaman regional yang signifikan, terutama di daerah-daerah terdampak konflik, pengungsian penduduk, dan infrastruktur perawatan kesehatan yang lemah.
Wabah itu kini didorong oleh strain Bundibugyo yang langka dari virus Ebola dan belum ada vaksinnya. Penyakit itu menyebabkan demam berdarah parah dan menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh manusia yang terinfeksi. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Djokovic Tersingkir dari Roland Garros Usai Kalah dari Petenis Remaja Joao Foseca
-
Mantan Wamenaker Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
-
Hasil Pertandingan Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Lolos ke Babak 32 Besar Usai Hancurkan Skotlandia 3-0
-
Tembus Ribuan Orang, Stasiun Malang Mendadak Dikepung Lautan Manusia Libur Idul Adha Ini
-
ULM Temukan 14 Spesies Mangrove di Kawasan PBPH Kabupaten Kotabaru Kalsel
-
Pemerintah Kabupaten Natuna: Plastik Berbayar Jadi Solusi Tekan Biaya Pedagang
-
Tourism Malaysia dan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) Berkolaborasi Hadirkan Malaysia Fair 2026 di Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.