Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO 2027-2032

Selasa, 25 Agu 2026, 18:08 WIB

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk periode 2027–2032 setelah Indonesia mengajukan namanya sebagai prospective candidate. Nama Budi tercantum dalam daftar kandidat yang dipublikasikan WHO pada Agustus 2026.

Dari Channel News Asia, Budi menjadi salah satu dari empat kandidat yang tercatat sejauh ini. Tiga kandidat lainnya adalah Menteri Kesehatan Qatar Hanan Mohammed Al-Kuwari, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, serta Hans Henri P. Kluge dari Belgia.

Ket. Foto: Dengan masuknya Budi dalam daftar calon prospektif, Indonesia kini memiliki kandidat dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi WHO. Keputusan akhir tetap bergantung pada tahapan nominasi, seleksi Dewan Eksekutif WHO, dan pemungutan suara negara-negara anggota pada 2027. — Sumber: Istimewa

Pencalonan tersebut merupakan bagian dari proses untuk memilih pengganti Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang masa jabatan keduanya berakhir pada Agustus 2027. Namun, pencalonan Budi belum berarti dirinya otomatis menjadi kandidat final. WHO masih membuka pengajuan kandidat dari negara anggota hingga 24 September 2026.

Setelah proses nominasi ditutup, Dewan Eksekutif WHO akan bersidang pada Januari 2027 untuk menyeleksi dan mengusulkan tiga kandidat. Pemilihan Direktur Jenderal kemudian dilakukan dalam Sidang World Health Assembly pada Mei 2027. Kandidat terpilih dijadwalkan mulai menjabat pada 16 Agustus 2027.

Pencalonan Budi menjadi perhatian karena latar belakangnya berbeda dari banyak pemimpin organisasi kesehatan global sebelumnya. Budi bukan dokter, melainkan memiliki pendidikan fisika nuklir dan pengalaman panjang di sektor perbankan, korporasi, serta pemerintahan.

Ia pernah menjabat Direktur Utama Bank Mandiri pada 2013–2016, kemudian memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebelum masuk pemerintahan sebagai Wakil Menteri BUMN. Budi ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan pada Desember 2020 dan memimpin penanganan pandemi COVID-19, termasuk program vaksinasi nasional.

Sebelumnya, ketika kabar mengenai kemungkinan pencalonannya muncul pada Juni 2026, Budi menanggapinya secara singkat dan berseloroh. “Saya jadi ikatan wartawan saja,” ujarnya.

Di tingkat internasional, Budi juga terlibat dalam sejumlah agenda kesehatan global. Pada Juni 2026, WHO mencatat keterlibatannya dalam pembahasan penguatan produksi lokal vaksin, obat, diagnostik, dan produk kesehatan untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

Dengan masuknya Budi dalam daftar calon prospektif, Indonesia kini memiliki kandidat dalam proses pemilihan pimpinan tertinggi WHO. Keputusan akhir tetap bergantung pada tahapan nominasi, seleksi Dewan Eksekutif WHO, dan pemungutan suara negara-negara anggota pada 2027.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.