- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sekjen PBB Soroti Tantanga...
Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia
Jumat, 02 Okt 2026, 16:48 WIBNEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan pesan krusial dalam peringatan Hari Lansia Internasional pada Kamis (1/10). Menurut dia, meningkatnya angka harapan hidup manusia secara global merupakan salah satu pencapaian terbesar, sekaligus membawa tantangan baru bagi perekonomian dunia.
Guterres memaparkan data lonjakan populasi lanjut usia (lansia) di seluruh dunia terjadi dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya. Menurut proyeksi PBB, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat drastis hingga lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu tiga dekade mendatang.
"Pada tahun 2050, jumlah orang berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan melonjak dari 1,2 miliar menjadi 2,1 miliar. Yaitu, mencapai 20 persen dari total populasi global," kata Guterres dalam keterangan resminya dikutip dari laman PBB, Jumat (2/10).
Fenomena penuaan populasi ini mencerminkan keberhasilan perbaikan mutu layanan kesehatan dan penguatan sistem perlindungan sosial di berbagai belahan dunia. Kendati demikian, Sekjen PBB mengingatkan tren ini juga mendatangkan risiko dan peluang yang secara masif akan mentransformasi tatanan ekonomi serta sosial di tingkat global.
Tahun ini PBB mengusung tema khusus pada peringatan tahun ini, yaitu âEra Umur Panjang: Memikirkan Kembali Sistem untuk Kehidupan yang Lebih Lamaâ. Tema ini sebagai seruan mendesak bagi seluruh negara, untuk segera membenahi sistem domestik masing-masing demi menampung kebutuhan populasi yang kian menua.
Sekjen PBB turut menyoroti realitas pahit yang masih dialami sebagian besar lansia saat ini. Seperti ancaman ketidakpastian hidup, risiko terabaikan, hingga diskriminasi yang mengikis hak-hak dasar serta kesejahteraan mereka.
âNamun, kebijakan yang tepat, mulai dari lapangan kerja dan pensiun hingga perumahan, layanan kesehatan, serta pembelajaran sepanjang hayat. Yang dapat membantu masyarakat untuk terus berpartisipasi secara bermakna tanpa memandang usia mereka,â ujar dia.
Mengakhiri pesannya, Guterres mengajak masyarakat global untuk memandang lansia sebagai elemen penting pembangun bangsa, bukan sekadar penerima manfaat. Guterres menyebut, para lansia adalah pemimpin dan pengasuh yang memainkan peran krusial dalam keluarga, komunitas, dan perekonomian.
âMari kita berkomitmen pada solidaritas antargenerasi untuk merancang kebijakan. Yang memastikan kehidupan yang lebih panjang juga hidup dengan pilihan, keamanan, dan martabat,â ucap Sekjen PBB. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Asian Games 2026 di Jepang Berakhir: Rekor, Kontroversi, dan Hujan Mewarnai Pesta Olahraga Asia
-
Biaya Hidup Tinggi Jadi Batu Sandungan Utama Transisi Energi Kawasan Asean
-
Kodim Jayawijaya Dorong Profesionalisme Prajurit pada HUT ke-81 TNI
-
90 Personel Dikerahkan untuk Mengatasi Kebakaran Permukiman di Tenggarong
-
Arab Saudi Diam-Diam Hentikan Proyek Stadion NEOM untuk Piala Dunia 2034
-
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Andi Gani Sebut Ini Sejarah Besar Perjuangan Buruh
-
TNI Harus Adaptif Hadapi Ancaman Perang Modern
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.