Dirut PLN: Indonesia Jalankan Proyek PLTS Terbesar di Dunia

Selasa, 25 Agu 2026, 21:31 WIB

GILIMANUK -- Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan Indonesia sedang menjalankan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di dunia.

“Ongoing project tenaga surya yang terbesar di dunia saat ini adalah di Uni Emirat Arab sebesar 5,2 gigawatt-peak (GWp). Jadi, proyek (tahap awal) 5,3 GWp pun sudah adalah ongoing project terbesar di dunia,” ujar Darmawan setelah acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa.

Ket. Foto: Dirut PT PLN Darmawan Prasodjo saat Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp yang berlangsung di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). — Sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri

Dalam acara tersebut, pemerintah mengumumkan 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 5,3 GWp.

Sebanyak 14 proyek tersebut memiliki nilai investasi kurang lebih 7,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp135 triliun, dengan potensi penghematan APBN Rp4,6 triliun per tahun.

“Di Pulau Jawa pun akan ada penambahan sekitar 30 GWp PLTS dari seluruh yang kami kombinasikan, ditambah 100 GWh Battery Energy Storage System (BESS),” ujar Darmawan.

Menurut Darmawan, proyek BESS tersebut setara dengan 4-5 GW load follower, sehingga bisa menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

Load follower atau penyangga dinamis berperan untuk mengompensasi sifat intermiten (naik-turun) pasokan listrik dari PLTS.

“Dan di sini cost saving-nya sekitar 100 kargo LNG,” kata Darmawan.

Ia ingin PLN menjadi episentrum dalam menjalankan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Astacita, dalam hal ini berupa kemandirian energi di tengah geopolitik yang semakin rumit.

Darmawan menegaskan bahwa Presiden Prabowo menginginkan agar Indonesia mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), salah satunya dengan cara menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menggunakan solar dengan PLTS.

“PLN adalah episentrum dalam menjalankan arahan dari Bapak Presiden. Untuk itu, teman-teman, siapkah melaksanakan arahan dari Bapak Presiden Republik Indonesia?” ujar Darmawan yang disambut dengan seruan ‘Siap!’ dari para pegawai PLN.

Pemerintah mengumumkan 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 5,3 GWp.

Adapun 14 proyek tersebut terbagi menjadi sejumlah kategori, yakni enam proyek siap tender yang meliputi PLTS Terapung Jatiluhur dengan kapasitas 1.688 MWp, berlokasi di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Kemudian, PLTS Terapung Cirata berkapasitas 1.250 MWp (Waduk Cirata, Purwakarta, Jabar); PLTS Terapung Jatigede berkapasitas 636 MWp (Waduk Jatigede, Sumedang, Jabar); PLTS+BESS Klaster Madura berkapasitas 605 MWp (Sumenep, Jatim) untuk dukung program Fat Burning Madura atau eliminasi BBM di Madura.

Lebih lanjut, PLTS Bali berkapasitas 300 MWp (Gilimanuk, Jembrana, Bali) untuk mengeliminasi penggunaan BBM di Bali; serta PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta berkapasitas 69 MWp (Purwakarta, Jabar).

Dengan demikian, total kapasitas proyek PLTS yang siap ditender sebesar 4.548,92 MWp.

Selanjutnya, terdapat tiga proyek PLTS di dalam tahap groundbreaking yang meliputi PLTS Banyuwangi berkapasitas 130,2 MWp (groundbreaking); PLTS Pasuruan berkapasitas 132 MWp (groundbreaking); PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp (groundbreaking).

Kemudian, terdapat tiga proyek dalam tahap konstruksi, yakni PLTS Terapung Karangkates sebesar 133 MWp (Konstruksi 56,54 persen); PLTS Terapung Saguling berkapasitas 92 MWp (Konstruksi 44,4 persen); dan PLTS Tembesi berkapasitas 46 MWp (Konstruksi 65 persen).

Sebanyak dua PLTS lainnya yang memasuki tahap peresmian adalah PLTS Pulau Sembur, Kepulauan Riau, berkapasitas 0,92 MWp dan PLTS Pulau Rengit, Bangka Belitung dengan kapasitas 0,078 MWp.

  • Industri PLTS

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.