Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggapi Isu PHK dan Investor Hengkang dari Indonesia, Eddy Soeparno Dorong Kepastian Hukum Serta Pentingnya Konsistensi Kebijakan

4 Selasa, 30 Jun 2026, 20:05 WIB | Oleh:
Tanggapi Isu PHK dan Investor Hengkang dari Indonesia, Eddy Soeparno Dorong Kepastian Hukum Serta Pentingnya Konsistensi Kebijakan Tanggapi Isu PHK dan Investor Hengkang dari Indonesia, Eddy Soeparno Dorong Kepastian Hukum Serta Pentingnya Konsistensi Kebijakan Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno memberikan tanggapan serius terkait kabar potensi keluarnya sejumlah investasi dari Indonesia serta ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 50 ribu pekerja sebagaimana disampaikan oleh Penasihat Presiden bidang Tenaga Kerja, Said Iqbal.

Menurut Eddy, dinamika tersebut harus dipandang sebagai sinyal penting bahwa daya saing ekonomi nasional perlu terus diperkuat di tengah kompetisi global yang semakin ketat dalam menarik dan mempertahankan investasi Indonesia.

Eddy menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, setiap indikasi perlambatan, relokasi, maupun ketidakpastian yang dirasakan pelaku usaha perlu segera direspons dengan langkah kebijakan yang lebih adaptif dan terukur.

“Indonesia tidak boleh kalah cepat dibandingkan negara lain yang terus melakukan reformasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sederhana, pasti, dan kompetitif,” tegasnya.

Kepastian Hukum

Wakil Ketua Umum PAN ini menekankan pentingnya membangun ekonomi yang ramah investasi, di mana kepastian regulasi menjadi fondasi utama.

Menurutnya, dunia usaha sangat sensitif terhadap perubahan aturan yang terlalu sering dan tidak dapat diprediksi.

"Karena itu, birokrasi harus benar-benar bertransformasi menjadi lebih adaptif, efisien, dan berfungsi sebagai fasilitator, bukan hambatan bagi masuk dan berkembangnya investasi. Digitalisasi layanan publik serta penyederhanaan perizinan perlu terus dipercepat agar Indonesia tidak terjebak dalam ekonomi biaya tinggi yang mengurangi daya saing industri nasional,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini juga menilai bahwa pemerintah perlu terus memperkuat daya tarik investasi melalui kombinasi insentif fiskal dan nonfiskal yang kompetitif.

"Dari sisi fiskal, berbagai instrumen seperti keringanan perpajakan, fasilitas investasi, dan dukungan terhadap sektor-sektor prioritas perlu terus dievaluasi agar tetap relevan dengan kebutuhan investor," jelasnya.

“Sementara dari sisi nonfiskal, penyederhanaan perizinan, percepatan layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan infrastruktur harus terus menjadi agenda prioritas nasional,” tambahnya.

Kemudahan Berusaha

Eddy menambahkan, upaya memperkuat iklim investasi bukan semata-mata untuk kepentingan investor, melainkan untuk kepentingan ekonomi nasional secara keseluruhan. Investasi yang masuk akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, memperkuat basis industri, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Karena itu, siapa pun yang mengganggu upaya menghadirkan dan mempertahankan investasi pada dasarnya juga mengganggu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” tegasnya.

Eddy meyakini Indonesia masih memiliki daya tarik fundamental yang kuat, mulai dari besarnya pasar domestik, bonus demografi, hingga posisi strategis di kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Luar Negeri
Rakyat AS Mulai Salurkan Su...
Olahraga
Tanpa Lionel Messi, Ini Daf...
Megapolitan
Kerusakan Hidrologis Mengan...
Ekonomi
KSSK Sampaikan Kondisi Terk...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.