Menkeu Ungkap APBN Diperkuat untuk Dukung Riset dan Industrialisasi Nasional
Minggu, 28 Jun 2026, 18:38 WIBJAKARTA â Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN akan terus diarahkan sebagai instrumen utama memperkuat kemandirian ekonomi nasional berkelanjutan. Langkah tersebut ditempuh melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan industrialisasi berbasis talenta.
Menurut dia, pemerintah berkomitmen menjaga APBN tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Dengan demikian, APBN dapat menjalankan fungsi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi sekaligus pendorong produktivitas, investasi, dan kesejahteraan masyarakat nasional.
"Melalui forum KSTI ini, pemerintah mengajak perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri untuk memperkuat kolaborasi. Khusunya, dalam menghasilkan kebijakan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional," kata Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu (28/6).
Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri merupakan kunci. Yaitu, untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Menurut Purbaya, target tersebut harus didukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui pembangunan SDM unggul. Serta, penguatan industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi.
"Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung oleh pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Serta, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," ujarnya.
Purbaya menambahkan, pembangunan industri nasional harus menempatkan talenta sebagai fondasi utama. Pemerintah terus memperkuat bidang STEM dan SHARE agar kemajuan teknologi mendukung pembangunan nasional yang inklusif serta berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Kementerian Keuangan menajamkan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Mulai 2026, sekitar 80 persen alokasi beasiswa difokuskan pada bidang STEM dan industri strategis
Seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menghasilkan talenta unggul yang sesuai dengan kebutuhan transformasi ekonomi nasional. ils/I-1
- APBN
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Verstappen Akui Red Bull Masih Tertinggal Usai Finis Kelima di Miami
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil Didominasi Sentimen Harga Minyak Dunia
-
Menkeu Bidik Keseimbangan Baru, Defisit APBN 2027 Dipatok pada Level Modera
-
Polres OKU Distribusikan Makan Bergizi Gratis untuk 2.400 Penerima
-
Keselamatan Perempuan di Ruang Publik Jadi Sorotan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.