Bukan Cuma Fisik, Pemkab OKU Timur Gebrak Investasi Jangka Panjang Lewat 4 Alat Sakti Ini
Minggu, 07 Jun 2026, 20:28 WIBMARTAPURA -Â Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, resmi meluncurkan empat inovasi literasi daerah sebagai langkah strategis membangun budaya membaca sejak dini bagi masyarakat di wilayah tersebut.Â
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan OKU Timur Sopiyan Hadi di Martapura, Sumsel, Minggu, mengatakan bahwa penguatan literasi merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.
"Semakin tinggi budaya membaca masyarakat, semakin besar pula peluang lahirnya generasi yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan berdaya saing di masa depan," katanya.
Dia mengatakan, empat inovasi literasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, yaitu Program Satu Sekolah Satu Perpustakaan (Sehati Sepustaka), Pengembangan Pojok Baca Menjadi Perpustakaan Desa (Gerbang Literasi Desa), Gerakan Literasi Untuk Semua (Gerisa), dan Penguatan Literasi Keluarga (Pelita Keluarga).
Dia menjelaskan, melalui program Sehati Sepustaka, pemerintah mendorong agar seluruh sekolah memiliki perpustakaan yang dapat diakses siswa sebagai pusat belajar dan pengembangan wawasan.
Sementara, Program Gerbang Literasi Desa diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan melalui penguatan perpustakaan desa.
Di sisi lain, Pelita Keluarga hadir untuk membangun budaya membaca dari rumah.
Program ini mengajak orang tua menyediakan ruang baca sederhana, meluangkan waktu membaca bersama anak, membiasakan kegiatan mendongeng, hingga membangun penggunaan teknologi digital yang sehat dan produktif.
"Untuk Program Gerisa dilakukan melalui Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten OKU Timur," ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan sehingga anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan membaca yang baik, tetapi juga terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter.
Sementara itu, Bunda Literasi OKU Timur Sheila Noberta menambahkan bahwa penguatan literasi harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga desa.
Menurut Sheila, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
"Salah satu fondasi terpenting adalah budaya membaca dan literasi yang kuat sejak usia dini. Oleh sebab itu, Pemkab OKU Timur terus mendorong gerakan literasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah," ujar dia.
- literasi oku timur
- inovasi literasi daerah
- gerbang literasi desa
- budaya membaca anak
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.