Jakarta Perkuat Pengendalian Banjir, Edukasi Ciliwung River Adventure Ajak Warga Tak Lagi Buang Sampah ke Sungai
📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 18:54 WIB | Oleh: Tim PenulisEdukasi Lewat Ciliwung River Adventure
Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat, Pemprov DKI Jakarta bersama berbagai dinas dan komunitas menghadirkan program wisata edukasi Ciliwung River Adventure di Segmen BNI City, Jakarta Pusat.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Nugraharyadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Sungai Ciliwung sekaligus mengedukasi warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Sebelum menyusuri sungai, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mendapatkan pemaparan mengenai sejarah Sungai Ciliwung sebagai sungai tertua di Jakarta serta perannya dalam perkembangan ibu kota.
Selanjutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan pembekalan mengenai prosedur keselamatan sebelum peserta mengenakan pelampung dan helm untuk menaiki perahu karet.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama menyusuri Sungai Ciliwung, relawan Khatulistiwa Rescue Tim menjelaskan berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi sungai, terutama terkait sampah yang masih banyak ditemukan di sepanjang aliran.
Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak memungut sampah yang mengapung menggunakan jaring. Sampah yang terkumpul dimasukkan ke dalam karung dan dibawa kembali ke dermaga.
Setelah kegiatan susur sungai selesai, peserta mendapat edukasi lanjutan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengenai cara memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat yang ingin mengikuti Ciliwung River Adventure dapat mendaftarkan diri melalui tautan yang tersedia di akun Instagram @sobatair.jkt.
Program ini tidak dipungut biaya, namun diselenggarakan hanya sekali setiap bulan. Khusus bulan ini, kegiatan berlangsung pada Sabtu (27/6) dan Minggu (28/6) bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-499.
Menurut Nugraharyadi, sepanjang 2026 kegiatan dilaksanakan selama enam bulan, yakni mulai Mei hingga Oktober. Program dihentikan sementara pada November dan Desember karena debit air Sungai Ciliwung umumnya meningkat pada periode tersebut.
Salah seorang peserta, Ruby (28), mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut.
"Kita jadi teredukasi soal sejarah sungai, alur sungai, bahkan hingga memilah sampah," ujarnya.
Menjaga Sungai, Menjaga Masa Depan Jakarta
Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, sungai-sungai di ibu kota diharapkan tidak lagi dipandang sebagai tempat pembuangan sampah, melainkan sebagai ruang hidup yang harus dijaga bersama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!