- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Tegaskan AS 'Siap da...
Trump Tegaskan AS 'Siap dan Bersedia' Bantu Venezuela Pasca Dua Gempa Dahsyat
Kamis, 25 Jun 2026, 13:06 WIBWASHINGTON â Presiden AS Donald Trump mengatakan, Amerika Serikat "siap, bersedia, dan mampu membantu" Venezuela setelah negara Amerika Selatan itu dilanda dua gempa bumi dahsyat.
"Dua gempa bumi besar yang baru saja mengguncang rakyat Venezuela sama-sama dahsyat dan telah menyebabkan jumlah kematian yang sangat besar," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Rabu (24/6) malam.
"Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu! Saya telah menginstruksikan semua lembaga pemerintah kita untuk bersiap bergerak cepat. Kita akan berada di sana untuk teman-teman baru dan hebat kita. Laporan awal tidak baik!!!"
Dua gempa bumi besar dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda wilayah yang sama di Venezuela pada Rabu (24/6) malam, mengakibatkan bangunan-bangunan runtuh, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez, Kamis (25/6), mengatakan, gempa dahsyat telah menewaskan 32 orang dan melukai lebih dari 700 orang, namun ia mengatakan belum memiliki data tentang "wilayah yang paling parah terkena dampak" di La Guaira, yang terletak di dekat ibu kota.
Pihak berwenang dan warga biasa bergegas mencari korban selamat setelah bencana yang mendorong pemimpin Rodriguez menyatakan keadaan darurat.
Rodriguez sebelumnya mengatakan 20 gempa susulan telah terjadi setelah dua gempa utama tersebut.
Gempa bumi tersebut menyebabkan kepanikan di ibu kota, Caracas, orang-orang berhamburan ke jalan. Belum diketahui apakah ada korban jiwa, namun beberapa bangunan runtuh dan atapnya hancur, kata Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello.
"Tangga roboh, seluruh dinding retak. Barang-barang berjatuhan dari langit-langit. Itu mengerikan," kata Odalis Escalona, ââseorang karyawan bank berusia 54 tahun di Caracas. Seorang jurnalis AFP melihat sebuah gedung 22 lantai hancur total di lingkungan Altamira, ibu kota.
Gempa pertama, dengan episentrum 21 kilometer (13 mil) sebelah barat kota pesisir Moron, terjadi pada pukul 22.04 GMT, menurut USGS. Dalam waktu satu menit, gempa berkekuatan 7,5 menggucang wilayah sekitar 45 kilometer jauhnya.
"Gempa bumi ini adalah peristiwa kedua dalam rangkaian gempa ganda. Gempa utama berkekuatan 7,5 ini didahului oleh gempa pendahulu M7,2 selama 39 detik," kata USGS.
Peringatan Tsunami Dikeluarkan Cabello meminta warga untuk meninggalkan rumah mereka, pasokan gas telah diputus ke beberapa gedung sebagai tindakan pencegahan.
Pada kedalaman 10 kilometer, gempa kedua memicu teriakan panik di sebuah pusat perbelanjaan di Caracas, seperti yang diamati jurnalis AFP.
Pusat gempa pertama berada pada kedalaman 22 kilometer. Puluhan orang lainnya di ibu kota keluar dari gedung dan menunggu di luar sebelum kembali ke kantor dan rumah mereka.
Gempa terasa hingga ke ibu kota Kolombia, Bogota, di mana alarm berbunyi dan beberapa warga mengungsi dari gedung-gedung sebagai tindakan pencegahan.
Freddy Tovar, koordinator Jaringan Seismologi Nasional Kolombia, mengatakan bahwa mereka telah menerima lebih dari 200 laporan gempa di seluruh negeri.
"Kondisi peristiwa seismik ini berarti bahwa beberapa gempa susulan mungkin terjadi, yang juga dapat dirasakan secara luas di seluruh wilayah Kolombia," katanya dalam sebuah video yang diunggah di X.
Badan penanggulangan bencana Kolombia, UNGRD, menepis kemungkinan terjadinya tsunami setelah kejadian tersebut.
Peringatan Tsunami Dikeluarkan "Tidak ada tsunami, tidak ada bahaya akibat gempa bumi baru-baru ini," kata Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS dalam sebuah unggahan di X.
- Gempa Venezuela
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.