TNI AD Klarifikasi Insiden Danrem dan Panitia Mandiri Jogja Marathon, Sebut Murni Kesalahpahaman Teknis

Senin, 22 Jun 2026, 18:30 WIB

Yogyakarta – Korem 072/Pamungkas dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) memberikan klarifikasi terkait insiden yang melibatkan ajudan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan petugas pengawas lintasan dalam ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di kawasan Prambanan, Minggu (21/6). Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu disebut sebagai kesalahpahaman teknis di lapangan.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito menjelaskan bahwa Danrem Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengikuti kegiatan lari tersebut bersama istri, seorang anak, dan ajudannya dengan menggunakan empat tiket resmi yang telah terdaftar sebagai peserta.

Ket. Foto: Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Jumat (29/5). — Sumber: Antara

“Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung,” kata Suwito di Yogyakarta, Senin (22/6).

Menurut Suwito, ajudan yang mendampingi Danrem sejak awal juga terdaftar sebagai peserta dan menggunakan nomor identitas peserta atau BIB sebagaimana ketentuan perlombaan.

Kesalahpahaman terjadi ketika nomor peserta milik ajudan diduga terlepas saat berada di lintasan yang padat. Kondisi tersebut membuat petugas melakukan pemeriksaan dan menghentikan ajudan yang saat itu sedang berlari sambil mendokumentasikan kegiatan Danrem.

“Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” ujarnya.

Potongan video insiden tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa seluruh pihak telah melakukan komunikasi dan klarifikasi setelah kejadian berlangsung.

“Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik,” kata Donny.

TNI AD dan Korem 072/Pamungkas juga mengapresiasi profesionalisme panitia yang menjalankan tugas sesuai prosedur demi menjaga ketertiban selama perlombaan berlangsung.

“Kami mengapresiasi profesionalisme panitia dan petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur untuk menjaga ketertiban kegiatan,” ujar Suwito.

Ia menegaskan hubungan antara Korem 072/Pamungkas dengan penyelenggara tetap berjalan baik dan berharap masyarakat dapat melihat peristiwa tersebut secara proporsional.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Donny.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.