TNI AD Bakal Bangun 750 Batalyon Tempur Baru, Fokus Perbatasan dan Daerah Rawan Konflik

Senin, 03 Nov 2025, 18:30 WIB

JAKARTA - TNI Angkatan Darat menyiapkan rencana besar untuk memperkuat postur pertahanan nasional melalui pembentukan 750 batalyon tempur baru hingga tahun 2029. Pembangunan batalyon ini akan diprioritaskan di wilayah perbatasan dan kawasan yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan tinggi.

Rencana pengembangan ini menjadi bagian dari strategi pertahanan jangka panjang Indonesia dalam menghadapi ancaman teritorial dan meningkatkan kehadiran militer di titik-titik vital. Upaya ini juga menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kedaulatan di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Ket. Foto: Tentara Indonesia berpatroli di hutan selama latihan militer gabungan Super Garuda Shield di Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan pada Kamis, 28 Agustus 2025. — Sumber: ANTARA

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Kolonel Donny Pramono, saat ini Indonesia memiliki 105 batalyon tempur teritorial yang tersebar di berbagai daerah. Penyebaran itu masih dianggap belum memadai untuk memenuhi kebutuhan pertahanan yang terus berkembang seiring dinamika geopolitik kawasan.

“Ada 105 batalyon tempur teritorial saat ini. Tahun depan, akan dibentuk lebih banyak batalyon dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki TNI AD,” kata Donny seperti dikutip dari Antara.

Pembentukan batalyon tersebut tidak hanya untuk memperkuat pertahanan dan kesiapan tempur prajurit Angkatan Darat. Namun, Donny menegaskan bahwa kehadiran satuan-satuan baru itu juga akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi di wilayah tempat mereka ditempatkan.

Batalyon tempur akan didorong mendukung pembukaan lahan pertanian, peningkatan infrastruktur, serta kolaborasi program pemberdayaan masyarakat bersama pemerintah daerah. Pendekatan ini selaras dengan misi TNI untuk hadir membantu rakyat sekaligus menjaga pertahanan.

Donny menyebut program ini sejalan dengan konsep Minimum Essential Force atau yang dikenal sebagai Kekuatan Pertahanan Pokok Minimum. Konsep tersebut menekankan keseimbangan antara kebutuhan kekuatan militer dan kemampuan anggaran negara agar tetap efektif dan efisien.

Pelaksanaan pengembangan batalyon akan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas di tiap wilayah. TNI AD akan menggandeng Kementerian Pertahanan, Kementerian ATR/BPN, pemerintah daerah, hingga Perhutani dalam proses pembangunan satuan baru tersebut.

“Pastinya, kecepatan pembangunan juga tergantung dari ketersediaan anggaran,” ucap Donny dalam keterangannya.

Upaya memperkuat struktur teritorial akan fokus terutama di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur. Ketiga kawasan itu merupakan jalur strategis yang vital bagi Indonesia dalam menghadapi potensi ancaman lintas negara.

Khusus Papua dan daerah berbatasan di Kalimantan, peningkatan jumlah satuan militer dipandang penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kegiatan ilegal lintas batas. Selain itu, kehadiran batalyon tempur juga akan memperkuat kontrol terhadap akses strategis dan sumber daya di wilayah sensitif tersebut.

Sementara itu, wilayah Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia juga termasuk prioritas dalam program ini. Kondisi geografisnya yang meliputi kepulauan dan area terpencil menjadi alasan penting untuk meningkatkan kehadiran militer secara permanen.

Dengan ekspansi besar ini, TNI AD berharap dapat memperluas jangkauan pengamanan wilayah sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Batalyon tempur akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Donny menyatakan bahwa perluasan satuan teritorial bukan hanya untuk kepentingan militer semata. Namun hal tersebut juga merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional yang melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayahnya.

Upaya ini sekaligus mempertegas posisi TNI sebagai institusi yang tidak hanya menjaga pertahanan negara tetapi juga mengemban peran sosial dalam memperkuat pembangunan berbasis komunitas. Dengan kehadiran batalyon yang lebih merata, negara berharap bisa memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah serta meningkatkan rasa aman warga di seluruh pelosok Nusantara.

Program pembentukan 750 batalyon tempur ini akan menjadi langkah transformasi terbesar dalam struktur TNI AD dalam beberapa dekade terakhir. Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, maka Indonesia akan memiliki postur pertahanan darat yang jauh lebih tangguh dan responsif pada 2029 mendatang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.