Keandalan Listrik Dipertanyakan, Masyarakat Jadi Pihak yang Dirugikan

Senin, 22 Jun 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Pelanggan listrik dirugikan seiring seringnya gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah dalam Sistem Interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya penguatan ketahanan energi nasional, terutama untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik.

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna meminta Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) memberikan penjelasan kepada publik terkait langkah penanganan dan strategi jangka panjang untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional. “Atas situasi ini, ESDM dan PLN perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang sedang dilakukan, baik untuk menjaga pasokan listrik dalam jangka pendek maupun untuk memperkuat ketahanan energi nasional ke depan,” ujar Ateng di Jakarta, Sabtu (20/6).

Ket. Foto: Elektrifikasi Nasional - Pemadaman Listrik Bergilir Picu Kerugian Pelanggan — Sumber: istimewa

Dia menyoroti potensi kekurangan pasokan batu bara untuk kebutuhan PLN pada 2026 yang dapat memengaruhi stabilitas listrik, sehingga diperlukan mitigasi jangka pendek, penguatan tata kelola energi primer di jangka menengah, serta strategi ketahanan energi jangka panjang. Selain itu, Ateng menekankan pentingnya diversifikasi energi dan keterbukaan informasi guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional.

“Masyarakat tentu berharap ESDM dan PLN tidak hanya fokus pada penanganan sesaat, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah strategis agar keandalan pasokan listrik nasional semakin kuat dan risiko gangguan serupa dapat diminimalkan,” kata Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX yang meliputi Sumedang, Majalengka, dan Subang.

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani menyoroti gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Jawa Timur yang dinilai perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem ketenagalistrikan nasional. Dia menekankan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga, UMKM, dan layanan publik, sehingga keandalan dan responsivitas sistem harus ditingkatkan seiring besarnya alokasi anggaran subsidi dan penguatan sektor ketenagalistrikan.

Selain aspek teknis, Meitri juga menyoroti pentingnya perbaikan komunikasi publik PLN melalui sistem peringatan dini agar masyarakat dapat mengantisipasi gangguan secara lebih efektif dan meminimalkan dampak ekonomi. "Masyarakat tidak hanya membutuhkan listrik yang tersedia, tetapi juga listrik yang andal. Bagi rumah tangga, pelaku UMKM, sektor jasa, hingga industri, setiap gangguan pasokan listrik berpotensi menurunkan produktivitas dan menimbulkan kerugian ekonomi,” tegasnya.

Percepat pemulihan

Sementara itu, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang dipicu oleh gangguan pasokan batu bara berkalori menengah serta kendala teknis pada beberapa PLTU milik mitra IPP.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN bersama Kementerian ESDM dan pihak terkait melakukan percepatan kontrak, distribusi batu bara, serta perbaikan operasional pembangkit agar pasokan listrik kembali normal.

  • Pemadaman Listrik Bergilir

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.