Mendiktisaintek Minta Kampus Cari Alternatif LPG

Senin, 27 Apr 2026, 19:05 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya melakukan pengembangan teknologi alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan kampus akan mendukung kebijakan tersebut.

Dukungan difokuskan pada pengembangan teknologi bagi Kementerian ESDM. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional

Ket. Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto — Sumber: RRI/Afriani Respati

"Beberapa teknologi alternatif untuk mengurangi LPG tapi kita sifatnya kampus kita membantu Pak Menteri ESDM terkait teknologi. LPG ini kita sangat tinggi ketergantungan pada impor harganya juga naik, tadi kampus diminta untuk mencari sumber-sumber lain," ujar Brian usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4).

Ia mengatakan, dasar penelitian terkait pengembangan energi alternatif sebenarnya sudah tersedia. "Ada beberapa sumber yang sangat potensial, tapi semuanya akan kita lakukan penelitian, membantu mendukung Bapak Menteri ESDM," kata Brian.

Di kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan tingginya konsumsi LPG nasional menjadi tantangan utama. Ia menilai ketergantungan impor di sektor ini masih sangat besar.

"Kita tahu bahwa LPG kita, konsumsi kita 8,6 juta ton per tahun, dari itu hanya kurang lebih sekitar 1,6-1,7 yang produksinya dalam negeri. Selebihnya kita impor kurang lebih sekitar 7 juta, dan ini terjadi sejak konversi daripada minyak tanah ke LPG," ujar Bahlil.

Ia menegaskan, pemerintah terus mencari solusi untuk menekan impor LPG. Berbagai kajian dilakukan secara intensif untuk menemukan sumber energi alternatif.

"LPG ini kita putar otak terus, hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya. Salah satu problem tidak bisa kita membangun industri LPG adalah bahan baku itu C3, C4, produksi di kita tidak terlalu banyak," kata Bahlil.

Pemerintah berharap kolaborasi antara kampus dan kementerian dapat menghasilkan inovasi energi baru. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. ils/I-1

  • LPG
  • Mendiktisaintek

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Raja Norwegia, Harald V, Wafat pada Usia 89 Tahun

Telin Buka Empat Kerja Sama Strategis di BATIC 2026, Perkuat Konektivitas Digital Global

Pelaku Pembuang Air Aki ke Sungai Diidentifikasi dan Akan Ditindak Tegas DLHK Depok

Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Pergudangan Taman Tekno Menyusul Digulungnya Sindikat Uang Palsu

Gubernur Pramono Kukuhkan Fauzi Bowo Sebagai Ketua Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi

Soal Pejabat BI Baru, OJK: Makin Banyak Perempuan di Posisi sStrategis

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

Kemenag Sulut Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Baca Al-Qur'an

Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan hingga Program Kesetaraan Guna Cegah Anak Putus Sekolah

Viral di Depok, Mobil Pick up Buang Muatan Air Aki ke Sungai

OutSystems Perluas Solusi AI untuk Percepat Proses Kredit Perbankan

Kredit Fiktif Bank BUMN Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan Kejati Jateng

Mau Piknik? Inilah Lima Lokasi Favorit Pilihan Keluarga di Kota Tangerang

Bukan karena Demonstrasi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Merdeka Run 2026 Sabtu Besok

Animo Tinggi! 10.000 Pelari Bakal 'War' Jalur 8K di Ajang Merdeka Run 2026

Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya

KKP Dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kembangkan Unit Usaha

Pertamina Kirim 2 Kapal Tanker ke Bali Angkut 24,2 Juta Liter Pertalite Perkuat Stok Pulau Dewata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.