DPR Ungkap Fakta Baru: Bukan Kekurangan Batu Bara, Tapi Kualitas dan Sistem yang Ganggu Listrik Jawa

Senin, 22 Jun 2026, 04:00 WIB

Pangkalpinang – Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memastikan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman. Namun, ia menilai persoalan utama dalam gangguan kelistrikan yang terjadi di Jawa bukan terletak pada ketersediaan pasokan, melainkan pada persoalan teknis dan kualitas suplai energi primer.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), penugasan batu bara untuk kebutuhan PLN telah mencapai sekitar 212 juta metrik ton. Jumlah ini disebut jauh melampaui kebutuhan tahunan PLN yang berada di kisaran 154 juta metrik ton.

Ket. Foto: Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. — Sumber: Antara

“Dari sisi volume, pasokan batu bara sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan PLN,” kata Bambang di Jakarta, Minggu (21/6).

Meski pasokan secara kuantitas dinilai aman, Bambang menyoroti adanya persoalan pada komposisi kualitas batu bara yang digunakan di sejumlah PLTU. Ia menyebut kontrak yang berjalan masih didominasi batu bara berkalori rendah, sementara beberapa pembangkit membutuhkan campuran kalori menengah agar proses pembakaran berjalan optimal.

Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada efisiensi pembangkit dan turut berkontribusi terhadap penurunan daya mampu sistem kelistrikan di Jawa, terutama saat beberapa unit pembangkit besar di Cilacap dan Pacitan sedang menjalani pemeliharaan.

“Persoalannya bukan hanya ketersediaan, tetapi juga kesesuaian kualitas batu bara dengan kebutuhan teknis pembangkit,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan langkah cepat dengan mengalihkan pasokan batu bara berkalori menengah dari sejumlah perusahaan tambang, termasuk PT Bukit Asam, KPC, dan grup ITM.

Batu bara tersebut akan digunakan untuk proses blending atau pencampuran dengan batu bara berkalori rendah, guna meningkatkan performa pembangkit dan memulihkan kapasitas operasi PLTU secara bertahap.

Bambang mengapresiasi langkah tersebut, namun menekankan bahwa pemulihan sistem tetap bergantung pada kecepatan distribusi dan kesiapan operasional di lapangan.

“Saya melihat intervensi pemerintah sudah tepat, tetapi efektivitasnya sangat ditentukan oleh kecepatan implementasi di lapangan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterima Komisi XII DPR RI, defisit daya listrik di sistem Jawa yang sebelumnya lebih besar kini mulai menurun, namun masih berada di kisaran sekitar 2 gigawatt (GW).

PLN sendiri terus melakukan berbagai langkah optimasi sistem untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat di tengah proses pemulihan tersebut.

Kerentanan Sistem

Kondisi ini kembali menyoroti kerentanan sistem kelistrikan nasional yang masih sangat bergantung pada pasokan batu bara dengan karakteristik tertentu, serta ketergantungan pada skema penugasan untuk menjaga keseimbangan pasokan energi primer.

Di sisi lain, gangguan operasional pada sejumlah pembangkit besar juga menunjukkan bahwa stabilitas sistem tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan bakar, tetapi juga oleh keandalan infrastruktur pembangkitan dan manajemen pemeliharaan.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempercepat pemulihan dua pembangkit besar yang mengalami gangguan serta mengamankan pasokan batu bara kalori menengah melalui koordinasi dengan pemerintah dan pemasok.

PLN juga mengakui adanya dampak gangguan berupa manajemen beban di sejumlah wilayah dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dan terus berupaya mempercepat pemulihan sistem,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

  • Pemadaman Listrik Bergilir

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Polres Lumajang Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Semeru dengan Kayu dan Ranting Pohon

Atasi Kekeringan dan Polusi Udara, Pemprov DKI dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Belitung Diprakirakan BMKG Berpotensi Alami Musim Kemarau hingga November 2026

Kemenag Sulut Tingkatkan Kompetensi Guru PAI Baca Al-Qur'an

Pemkot Tangerang Perkuat Akses Pendidikan hingga Program Kesetaraan Guna Cegah Anak Putus Sekolah

Viral di Depok, Mobil Pick up Buang Muatan Air Aki ke Sungai

OutSystems Perluas Solusi AI untuk Percepat Proses Kredit Perbankan

Kredit Fiktif Bank BUMN Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan Kejati Jateng

Mau Piknik? Inilah Lima Lokasi Favorit Pilihan Keluarga di Kota Tangerang

Bukan karena Demonstrasi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Saat Merdeka Run 2026 Sabtu Besok

Animo Tinggi! 10.000 Pelari Bakal 'War' Jalur 8K di Ajang Merdeka Run 2026

Tepung Singkong jadi Pemadam Kebakaran, Ini Risetnya

KKP Dorong 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kembangkan Unit Usaha

Pertamina Kirim 2 Kapal Tanker ke Bali Angkut 24,2 Juta Liter Pertalite Perkuat Stok Pulau Dewata

Potensi Awan Hujan Riau 30 Agustus-1 September, Menhut Raja Antoni Minta OMC Dimaksimalkan.

Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Hasil Undian Liga Champions 2026/27: Deretan Tim Pemenang dan Pecundang di Fase 36 Besar

Bukan Situasi Darurat! Ini Misi 3 F-16 Fighting Falcon TNI AU di Atas Langit Jakarta

Diresmikan Gubernur Pramono, RS Tria Dipa Siapkan 100 Tempat Tidur dan Layanan BPJS

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.