Seru! Wisata Canyoneering Mulai Hit di Air Terjun Sisundung Tapanuli Selatan

Minggu, 21 Jun 2026, 11:45 WIB

TAPANULI SELATAN - Derasnya air yang jatuh dari ketinggian 23 meter di Air Terjun Kembar Sisundung, di Kecamatan Angkola Barat kini tidak hanya menjadi pemandangan alam yang memanjakan mata. 

Di lokasi itu, para pencinta petualangan dapat merasakan sensasi menuruni tebing di bawah guyuran air terjun melalui aktivitas canyoneering, wisata ekstrem yang tengah populer di berbagai daerah di Indonesia.

Ket. Foto: Olahraga petualang canyoneering di Tapanuli Selatan. — Sumber: ANTARA-Kodir Pohan

Canyoneering atau canyoning merupakan olahraga petualangan yang menggabungkan berbagai aktivitas alam bebas, mulai dari trekking,

memanjat, berenang, meluncur di bebatuan hingga menuruni tebing atau air terjun menggunakan tali pengaman (rappelling).

Di Tapanuli Selatan, wisata ini mulai dikembangkan oleh komunitas pecinta alam dan pemandu wisata lokal. 

Air Terjun Sisundung menjadi lokasi pertama yang dibuka untuk umum, sementara dua destinasi lainnya, yakni Air Terjun Siadiasi di kawasan Desa Padang Lancat dan Goa Aek Badak, dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Juli 2026.

Pengelola wisata canyoneering, Decky dari KPA Forester kepada wartawan, Minggu mengatakan seluruh aktivitas dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat. 

Peserta dibekali perlengkapan lengkap dan didampingi instruktur yang telah memahami teknik-teknik dasar canyoneering.

“Ini memang wisata yang memacu adrenalin, tetapi aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Semua peserta menggunakan perlengkapan sesuai standar keselamatan,” katanya.

Menurut dia, minat masyarakat terhadap wisata petualangan tersebut cukup tinggi. Tidak hanya berasal dari kalangan pecinta alam, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mencoba pengalaman baru di alam terbuka.

Bahkan, animo pengunjung terus meningkat sejak dibuka. Setiap akhir pekan, kegiatan canyoneering digelar secara rutin dan hingga saat ini pemesanan peserta disebut telah penuh sampai akhir Juli 2026.

Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa wisata berbasis petualangan mulai mendapat tempat di kalangan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dari sekadar menikmati panorama alam.

Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta cukup membayar biaya promosi sebesar Rp95 ribu per orang hingga akhir Juni 2026. 

Mulai 1 Juli mendatang, tarif akan disesuaikan menjadi Rp120 ribu per orang.

Selain Air Terjun Sisundung yang memiliki ketinggian sekitar 23 meter, pengelola juga telah melakukan survei di Air Terjun Siadiasi yang diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 30 meter.

Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata petualangan baru di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Jika dikelola secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan, 

wisata canyoneering berpeluang menjadi daya tarik baru yang mampu memperkaya khazanah pariwisata alam Tapanuli Selatan, sekaligus menarik wisatawan pencinta tantangan dari berbagai daerah.

Termasuk Goa yang berlokasi di Aek Badak Julu, di Kecamatan Sayur Matinggi. Lokasinya sudah disurvei dan kedepan akan dieksplor, dan diyakini akan booming.

Hanya saja infrastruktur jalan menuju lokasi-lokasi wisata canyoneering ini masih minim, dan bahkan banyak yang belum terjamah (luput dari perhatian-red).

Padahal potensi ekonominya cukup baik bila diperhatikan secara maksimal. Di yakini akan dapat mendongkrak pendapatan masyarakat lokal pun daerah. Ant

  • Air Terjun Sisundung

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.