Ada 123 IKM Perkakas Tangan di RI, Kemenperin: Potensi Besar, Pasar Masih Luas

Minggu, 26 Apr 2026, 19:16 WIB

JAKARTA — Kemampuan industri nasional memproduksi perkakas tangan untuk pertanian dan perkebunan makin kuat. Produk dalam negeri terbukti mampu memenuhi pasar domestik dengan kualitas yang menjawab kebutuhan pengguna. Tren ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk hilirisasi komoditas baja nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri perkakas tangan punya potensi besar meski dibuat lewat proses manufaktur sederhana. 

Ket. Foto: Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita (kedua kanan) didampingi Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari (kanan) meninjau proses produksi PT Sarana Panen Perkasa (SPP) di Medan yang memproduksi alat panen perkebunan seperti egrek, dodos, dan aneka pisau, telah memiliki sertifikasi SNI dan TKDN — Sumber: istimewa

"Industri ini didukung dengan banyaknya tenaga kerja di sentra-sentra produksi yang telah menguasai keterampilan pembuatannya secara turun-temurun. Selain itu, pasarnya juga masih sangat besar mengingat Indonesia merupakan negara agraris," kata Menperin di Jakarta, Minggu (26/4).

Menurut Menperin, banyak IKM, industri besar, serta perusahaan kehutanan, perkebunan, dan pertanian yang masih butuh perkakas tangan hasil manufaktur sederhana. Produk itu umumnya dipakai untuk proses panen.

Lewat program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), perkakas tangan buatan IKM di sentra daerah diharapkan makin diserap pasar domestik. "Perusahaan juga semakin yakin menggunakan produk IKM yang telah memiliki sertifikasi SNI," ujarnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebut, data SIINas per pertengahan November 2025 mencatat ada 123 unit IKM perkakas tangan dengan 512 tenaga kerja. Industri ini tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi.

"Sentra terbanyak berada di Sumatera Utara, antara lain di Kota Pematang Siantar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Langkat," kata Reni. Sentra lain ada di Sumatera Barat, Riau, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DI Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Untuk memperkuat daya saing, Kemenperin lewat Ditjen IKMA terus bersinergi dengan pemda, akademisi, tenaga ahli, dan pelaku usaha sebagai offtaker untuk mengembangkan sentra IKM.

Namun industri ini masih punya tantangan: keterbatasan bahan baku baja dengan komposisi karbon tertentu, persaingan produk impor, dan kebutuhan investasi teknologi yang besar.

Menjawab itu, Ditjen IKMA menjalankan penguatan lewat fasilitasi kerja sama bisnis, pendampingan teknis, restrukturisasi mesin dan peralatan produksi, serta kemitraan dengan penyedia teknologi dan stakeholder terkait.

Mitra industri besar

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, menilai IKM perkakas tangan berpotensi besar jadi mitra industri besar, BUMN, maupun pemda, baik langsung maupun via platform digital.

Contohnya PT Sarana Panen Perkasa (SPP) di Medan yang memproduksi alat panen perkebunan seperti egrek, dodos, dan aneka pisau. Perusahaan itu sudah punya sertifikasi SNI dan TKDN. Produknya diekspor ke Liberia, Papua Nugini, Kosta Rika, Panama, dan Kolombia.

"Dalam dua tahun terakhir, PT SPP siap meningkatkan kapasitas produksi dengan dukungan pasokan bahan baku berkualitas dari PT Krakatau Steel dan PT Jatim Taman Steel," tutup Dini.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.