Penguatan Nilai Dolar Tak Pengaruhi Ekspor Kerajinan Lombok Tengah

Jumat, 19 Jun 2026, 12:31 WIB

MATARAM – Dolar AS boleh naik atau menguat, namun situasi tersebut sama sekali tidak mempengaruhi ekspor kerajinan Lombok Tengah, NTB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan ekspor produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sektor kriya atau kerajinan hingga saat ini masih tetap stabil, meskipun ada kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

"Pemesanan produk UMKM yang di ekspor itu tetap lancar," kata Kepala Bidang Perindustrian pada Dina Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Tengah Baiq Yuliana di Lombok Tengah, Jumat.

Ket. Foto: ekspor kerajinan — Sumber: ist

Ia mengatakan potensi produk industri kecil terhadap ekspor tentu memberikan dampak dengan adanya kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Namun, untuk pengiriman atau pemesanan dari para bayer tersebut tetap berjalan.

"Ekspor produk kerajinan Lombok Tengah itu ke wilayah negara bagian Eropa dan Asia seperti Jerman, Korea," katanya.

Ia mengatakan untuk meningkatkan pemberdayaan terhadap para pelaku UMKM, pihaknya tetap konsisten melibatkan mereka pada kegiatan event lokal maupun nasional.

"Pada September 2026 di pameran nasional kriyanusa kami akan menampilkan produk kerajinan rotan dan lain tenun," katanya.

Ia juga mengimbau kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dengan berinovasi, sehingga produk yang dibutuhkan bayer sesuai dengan yang diminati konsumen.

"Artinya produk yang ditawarkan itu beragam, sesuai dengan kebutuhan pasar," katanya. "Produk kerajinan yang diminati wisatawan itu selalu berubah, sehingga dibutuhkan adalah inovasi dalam produk yang dihasilkan," katanya.

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 94 poin atau 0,53 persen menjadi Rp17.856 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.762 per dolar AS.

Sebelumnya, Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan kurs rupiah dipengaruhi pernyataan hawkish dari The Fed (Federal Reserve).

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran di Rp17.730 - Rp17.810 dipengaruhi oleh faktor global keputusan suku bunga The Fed tadi malam yang tidak berubah dan statement The Fed yang hawkish dimana suku bunga akan tinggi dan lama memupus harapan penurunan suku bunga satu kali di tahun ini, serta meningkatkan index dollar tembus di atas 100,” katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.