Meksiko dan Korea Selatan Berebut Tiket Babak Gugur Piala Dunia 2026
Jumat, 19 Jun 2026, 00:45 WIBGUADALAJARA, MEKSIKO â Meksiko dan Korea Selatan akan berusaha memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 ketika keduanya bertemu di Stadion Akron, Guadalajara, Jumat (19/6) pagi WIB.
Kedua tim datang dengan modal kemenangan pada laga pembuka Grup A. Meksiko berhasil mengalahkan Afrika Selatan, sementara Korea Selatan melakukan comeback untuk menundukkan Republik Ceko.
Dengan format baru Piala Dunia yang melibatkan 48 tim, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga akan lolos dari fase grup. Artinya, kemenangan bagi salah satu tim dalam pertandingan ini akan langsung memastikan tiket menuju fase gugur.
Sebagai tuan rumah bersama, Meksiko memulai turnamen dengan hasil positif setelah melewati Afrika Selatan. Namun, pelatih Javier Aguirre menyadari laga melawan Korea Selatan akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat.
Korea Selatan memiliki sejumlah pemain berkualitas dan dikenal berbahaya melalui transisi cepat. "Kami harus sangat mewaspadai transisi serangan lawan," ujar Aguirre.
"Ketika kami menyerang, kami tidak boleh kehilangan fokus. Jika ada dua pemain Korea di depan, harus ada tiga pemain Meksiko yang siap mengantisipasi."
Meksiko diperkirakan akan mengandalkan dukungan penuh suporter tuan rumah di Stadion Akron. Atmosfer pertandingan menjadi salah satu faktor yang ingin dimanfaatkan oleh El Tri.
Persiapan Korea Selatan jelang laga ini sempat terganggu oleh insiden drone misterius yang terlihat terbang di atas lokasi latihan mereka.
Menurut laporan Yonhap News Agency, seorang petugas keamanan tim Korea Selatan menemukan keberadaan perangkat tersebut. Militer Meksiko kemudian menurunkan drone itu menggunakan gangguan sinyal radio.
Dua pria yang diduga sebagai operator drone dilaporkan mengambil perangkat yang jatuh dan meninggalkan lokasi.
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan, tetapi menegaskan tidak terlalu memengaruhi persiapan timnya.
Hong menyadari Korea Selatan akan menghadapi suasana yang penuh tekanan karena bermain melawan tuan rumah.
"Kami memahami sepenuhnya bahwa ini adalah pertandingan melawan tim tuan rumah, dan kami tahu hal itu akan memberi keuntungan bagi mereka," kata Hong.
"Namun, para pemain kami sudah pernah menghadapi pertandingan seperti ini. Kami harus mengontrol ritme dan alur permainan."
Korea Selatan menunjukkan mental kuat pada laga pertama setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 atas Republik Ceko. Sementara itu, Meksiko menang nyaman 2-0 atas Afrika Selatan.
Kemenangan di Guadalajara akan menjadi langkah besar bagi kedua negara untuk mengamankan posisi di fase gugur.
Pada pertandingan lain, Swiss berusaha bangkit setelah hanya bermain imbang melawan Qatar pada laga pembuka Grup B. Mereka akan menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Sementara tuan rumah bersama lainnya, Kanada, akan menghadapi Qatar di Vancouver.
Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, berharap timnya kembali menunjukkan semangat seperti saat babak kualifikasi ketika mereka menyingkirkan Italia melalui playoff.
Barbarez menolak anggapan bahwa Swiss akan mudah menang meski secara peringkat FIFA mereka unggul jauh.
"Semua orang berhak memiliki pendapat dan menunjukkan kepercayaan diri. Ketika menghadapi Italia di playoff, situasinya juga serupa, tetapi kami tetap fokus kepada diri sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian setelah Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo.
Kapten Portugal tersebut tampil kurang maksimal dengan hanya mencatat 25 sentuhan bola dalam pertandingan.
Pelatih Roberto Martinez tetap membela keputusannya mempertahankan Ronaldo di lapangan.
"Tidak masuk akal mengganti pencetak gol terbaik dunia ketika tim membutuhkan gol," kata Martinez.
Namun, Ronaldo kini sudah melewati 10 pertandingan tanpa gol di turnamen besar. Media Portugal mulai mempertanyakan ketergantungan tim nasional terhadap sang megabintang.
Surat kabar olahraga A Bola menilai Ronaldo terlihat terbebani tekanan, sementara Público menyebut tim Portugal masih terlalu bergantung pada sosok berusia 41 tahun tersebut.
- Meksiko
- timnas korsel
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Ambon Diajak Nobar Bersama di Mapolresta
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.