Brasil Harus Lebih Tajam Menghindari Kejutan Haiti
Jumat, 19 Jun 2026, 06:47 WIBPHILADELPHIA - Brasil mengincar kemenangan pertama di Piala Dunia 2026 ketika menghadapi Haiti pada pertandingan kedua Grup C di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika, Sabtu (20/6) pagi WIB. Tim asuhan Carlo Ancelotti menatap laga tersebut dengan tekanan besar setelah hanya meraih hasil imbang di laga pembuka. Sedangkan Haiti berusaha bangkit setelah menelan kekalahan tipis.
Brasil saat ini berada di posisi ketiga Grup C dengan koleksi satu poin, sama dengan Maroko yang menempati peringkat kedua. Sementara itu, Haiti terpuruk di dasar klasemen tanpa koleksi poin. Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat penting bagi kedua tim, terutama bagi Selecao (julukan timnas Brasil) yang memiliki ambisi besar untuk melaju jauh di turnamen.
Dalam laga pertama, Brasil gagal tampil meyakinkan saat berhadapan dengan Maroko. Permainan tim asuhan Ancelotti belum menunjukkan dominasi. Namun, aksi individu Vinicius Junior melalui tembakan brilian berhasil menyelamatkan Brasil dari kekalahan dan memastikan satu poin berharga.
Meski demikian, performa tersebut belum cukup untuk membuat Brasil merasa aman. Mereka masih tertinggal dua angka dari pemimpin grup, Skotlandia. Jika gagal menang atas Haiti, Brasil akan menghadapi tekanan besar di laga terakhir grup melawan Skotlandia pada tanggal 24 Juni.
Pelatih Carlo Ancelotti mengakui tim asuhannya harus tampil lebih agresif dan konsisten jika ingin memenuhi ekspektasi pendukung Brasil. âKami tahu pertandingan pertama bukan penampilan terbaik. Tetapi turnamen seperti Piala Dunia selalu membutuhkan kesabaran dan kemampuan untuk berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami harus lebih cepat, lebih tajam, dan menunjukkan karakter Brasil,â ujar Ancelotti.
Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu favorit utama. Selecao telah lima kali menjadi juara dunia, tetapi terakhir kali mengangkat trofi terjadi pada tahun 2002. Sejak itu, perjalanan mereka selalu berakhir dengan kekecewaan. Brasil gagal melewati perempat final sejak 2014, sehingga turnamen kali ini menjadi kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang.
Secara statistik, Haiti menghadapi tantangan yang sangat berat. Kedua tim telah bertemu tiga kali dan Brasil selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan, Haiti sudah kebobolan 17 gol dalam tiga pertemuan tersebut. Pertandingan terakhir mereka terjadi di Copa America 2016 ketika Brasil menang telak 7-1.
Sebelum itu, Brasil juga mencatat kemenangan 4-0 dan 6-0 dalam laga persahabatan. Catatan tersebut menunjukkan betapa besarnya perbedaan pengalaman antara kedua tim.
Namun, Haiti datang tidak tanpa harapan. Dalam pertandingan pembuka melawan Skotlandia, mereka memang kalah 0-1 akibat gol John McGinn pada babak pertama, tetapi penampilan mereka mendapat banyak pujian. Tim berjuluk The Grenadiers itu mampu memberikan perlawanan dan menunjukkan organisasi permainan yang cukup disiplin.
Pelatih Haiti, Sebastien Migne, menyadari tim asuhannya bukan unggulan dalam pertandingan ini. Namun, dia yakin penampilan melawan Skotlandia memberikan modal.
âKami tahu Brasil adalah salah satu tim terbaik di dunia dan mereka memiliki sejarah besar. Tetapi para pemain kami sudah membuktikan bahwa kami bisa bersaing. Kami akan datang dengan keberanian dan mencoba membuat pertandingan ini sulit bagi mereka,â ujar Migne.
Bagi Haiti, satu poin saja dalam fase grup sudah menjadi pencapaian bersejarah. Mereka terakhir tampil di Piala Dunia pada tahun 1974 dan saat itu kalah dalam tiga pertandingan. Jika mampu menghindari kekalahan, Haiti akan mencatat salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.
Kondisi Tim
Dari sisi pemain, Brasil kemungkinan melakukan beberapa perubahan setelah laga pertama. Neymar masih diragukan tampil karena masalah kebugaran. Namun, skuad asuhan Ancelotti secara umum berada dalam kondisi siap.
Di kubu Haiti, Josue Casimir berpeluang masuk sebagai starter setelah penampilannya melawan Skotlandia. Frantzdy Pierrot mungkin harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Wilson Isidor, penyerang yang telah mencetak dua gol dalam lima penampilan bersama Haiti, tetap menjadi ancaman utama. ben/AFP/G-1
Perkiraan Formasi
Brasil 4-2-3-1
Alisson
Danilo, Marquinhos, Gabriel, Sandro
Fabinho, Guimaraes
Henrique, Raphinha, Vinicius
Cunha
Haiti 4-2-3-1
Placide
Arcus, Delcroix, Ade, Experience
Bellegarde, Jean
Deedson, Casimir, Providence
Isidor
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kabar Duka, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia
-
Jadwal MotoGP: The Bezz Berambisi Kunci Kemenangan di Jerez
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Pelestarian Budaya Betawi di Kampung Sukapura
-
KPK Periksa 63 Pejabat dan ASN Kabupaten Pekalongan terkait Kasus Korupsi Bupati Nonaktif Fadia Arafiq
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.