Filipina: Struktur Apung Tiongkok telah Tinggalkan Scarborough Shoal

Kamis, 18 Jun 2026, 02:30 WIB

MANILA - Gugus Tugas Nasional Filipina untuk Laut Filipina Barat (Laut Tiongkok Selatan/LTS) pada Rabu (17/6) mengumumkan bahwa Tiongkok telah menarik keluar struktur apung yang ditambat di dalam Scarborough Shoal atau Bajo de Masinloc, selama hampir tiga pekan.

Penarikan struktur itu terjadi setelah Manila mengajukan protes diplomatik resmi dan secara terbuka menuduh Beijing menggunakan struktur tersebut untuk mengumpulkan data maritim Filipina.

Ket. Foto: Struktur apung Tiongkok yang ditambatkan di dekat perairan sengketa LTS. — Sumber: Philippine Coast Guard

Patroli maritim dan pemantauan udara pada Rabu pagi menunjukkan bahwa struktur tersebut tidak lagi berada di perairan dangkal, kata Gugus Tugas Nasional Filipina dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun kami mencatat ada penarikan struktur tersebut, kami menegaskan kembali posisi kami yang berprinsip dan tak tergoyahkan yang menegaskan bahwa Bajo de Masinloc adalah dan akan selalu menjadi bagian integral dari wilayah Filipina," demikian pernyataan Gugus Tugas Nasional Filipina.

Struktur apung tersebut pertama kali terpantau pada citra satelit komersial pada tanggal 25 Mei, ketika sebuah objek berbentuk persegi muncul di dekat pintu masuk tenggara gosong karang tersebut. Sebelumnya dua kapal penelitian Tiongkok terlihat di area yang sama pada tanggal 21 Mei.

Kementerian Luar Negeri Filipina segera melayangkan protes resmi terhadap keberadaan struktur tersebut pada awal Juni dan menuntut agar platform tersebut dicabut. Manila memperingatkan bahwa struktur tersebut bisa menjadi langkah awal menuju instalasi yang lebih permanen.

"Yang mereka lakukan adalah mendapatkan data dan informasi, dan pada dasarnya mencuri data kami," kata juru bicara Dewan Maritim Nasional, Alexander Lopez, dalam sebuah sesi wawancara televisi pada 11 Juni.

Penelitian Selesai

Sementara itu Kedutaan Besar Tiongkok di Manila akhirnya angkat bicara pada Selasa (16/6) dan mengatakan bahwa platform tersebut adalah fasilitas penelitian ilmiah sementara yang didirikan oleh Institut Oseanologi Laut Tiongkok Selatan di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Wakil juru bicara Guo Wei mendeskripsikan struktur tersebut sebagai platform pengambilan sampel dan eksperimen in-situ terapung yang digunakan untuk mempelajari ekosistem gosong pasir tersebut. Dia kemudian mengatakan bahwa misi penelitian kini telah berhasil diselesaikan.

Guo, yang menyebut Bajo de Masinloc dengan nama dari Tiongkok yaitu Huangyan Dao, bersikeras bahwa aktivitas Tiongkok sah menurut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut. Ia kemudian mendesak Filipina untuk berhenti membesar-besarkan dan mempolitisasi kegiatan penelitian ilmiah normal Tiongkok.

Satuan tugas Filipina tersebut menolak pernyataan itu, dengan mengatakan hanya Filipina yang berhak menempatkan atau membangun struktur dan melakukan kegiatan, termasuk penelitian ilmiah kelautan di Bajo de Masinloc dan laut teritorialnya.

Satuan tugas tersebut lalu mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Filipina, Penjaga Pantai Filipina, Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan, serta lembaga lainnya akan melanjutkan patroli rutin dan aktivitas kehadiran yang sah di sekitar gosong karang tersebut.

Scarborough Shoal merupakan sebuah terumbu karang berbentuk segitiga yang berjarak lebih dari 100 mil laut dari Palauig, Zambales, dan sekitar 500 mil laut dari Hainan, telah berada di bawah kendali efektif Tiongkok sejak tahun 2012. Philstar/I-1 

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.