Pemerintah Siapkan Stimulus Tarif Transportasi untuk Libur Sekolah dan Natal
Kamis, 18 Jun 2026, 03:17 WIBJAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tarif transportasi untuk dua momen yaitu libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru 2026 demi mendorong pertumbuhan ekonomi.
âMemasuki semester dua tahun 2026 pemerintah menyiapkan paket stimulus yang diarahkan untuk mendorong pergerakan ekonomi di dua bulan strategis,â kata Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6).
Dia mengatakan bahwa paket stimulus itu secara khusus dilakukan dengan sasaran dua momen strategis yaitu ketika libur panjang sekolah pada Juni-Juli 2026 serta Natal dan Tahun Baru pada akhir tahun ini.
Secara khusus dia menjelaskan terdapat diskon mode darat dan laut 30 persen, diskor tarif pelabuhan 100 persen dan serta insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat.
Untuk periode liburan Juni-Juli 2026, telah disiapkan anggaran sebesar 190,5 miliar rupiah untuk diskon transportasi darat dan laut serta diskon tarif jasa pelabuhan. Sementara insentif PPN DTP sebesar 100 persen diberlakukan untuk tiket pesawat domestik di kelas ekonomi dengan anggaran 472,7 miliar rupiah.
Pada periode Natal dan Tahun Baru, disiapkan anggaran 61,4 miliar rupiah untuk transportasi darat dan laut serta 722 miliar rupiah dalam bentuk insentif PPN DTP bagi pesawat.
Kunjungan Wisman
Dalam kesempatan yang sama dia juga menjelaskan terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari-April 2026 di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian perekonomian dunia saat ini.
Kepala Bakom RI Qodari menyampaikan berdasarkan data per 14 Juni 2026 jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia Âmencapai 4,68 juta kunjungan pada ÂJanuari-April 2026, Âmemperlihatkan kenaikan 8,24 persen jika dibandingkan 4,33 juta di periode yang sama Âpada 2025.
Tidak hanya peningkatan jumlah, terjadi juga kenaikan kualitas kunjungan yang terlihat dari kenaikan 5,36 persen pengeluaran rata-rata wisatawan asing menjadi 1.345,61 dollar AS (sekitar Rp22,68 juta) per kunjungan. Devisa dari sektor pariwisata juga tumbuh 6,30 persen atau setara Rp68,28 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata kini memfokuskan pengembangan sektor pariwisata pada program desa wisata dan Event by Indonesia pada 2026 guna mendorong pertumbuhan yang inklusif serta pemerataan pembangunan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan Kementerian Pariwisata menjalankan lima program unggulan pada 2026, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, desa wisata, dan Tourism 5.0.
Qodari menuturkan, pada program desa wisata, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan jumlah desa wisata, tetapi juga kualitas pengelolaannya. Saat ini terdapat lebih dari 6.200 desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peningkatan kualitas dilakukan melalui berbagai program sertifikasi, termasuk sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga 29 Mei 2026, sebanyak 31.548 sertifikasi telah diterbitkan di 1.116 desa wisata. Ant/S-2
- Kebijakan Anggaran
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sebanyak 393 Calon Haji Kloter Pertama NTB Tiba di Makkah
-
Jembatan Gantung Cipalebuh Garut Akses Jalan Baru ke Sekolah dan Sawah
-
Hasil Copa del Rey: Real Sociedad dan Athletic Club Melaju ke Semifinal
-
Aktivitas Produksi Pakaian Dinas di Kabupaten Pemalang
-
Warga Padang Terdampak Banjir Bandang Tempati Huntara Lubuk Buaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.