Bantuan Logistik Pangan untuk Warga Terdampak Gempa di Sulteng
Kamis, 18 Jun 2026, 23:55 WIBPalu - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan logistik pangan guna meringankan beban warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi.
"Logistik yang kami salurkan merupakan bantuan dari karyawan Bulog Sulteng, sebagai kepedulian kami dalam misi kemanusiaan," kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri di Palu, Kamis.
Ia menjelaskan dalam kondisi darurat logistik bahan makanan sangat penting bagi masyarakat terdampak, sehingga pihaknya mengambil langkah inisiatif menyalurkan bantuan sebanyak 80 karung beras dalam kemasan masing-masing ukuran lima kilogram.
"Termasuk minyak goreng dan gula pasir, dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana," ujarnya.
Ia mengemukakan saat ini Bulog juga sedang melakukan kegiatan penyaluran bantuan pangan (Bapang) untuk warga prasejahtera di Kabupaten Sigi, masing-masing penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras per bulan. Kecamatan Nokilalaki dan Palolo masuk sasaran program tersebut.
Oleh karena itu melalui Bapang juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan logistik masyarakat terdampak.
"Khusus penugasan untuk bantuan kebencanaan, kami menunggu koordinasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan pemerintah daerah," ucap Jusri.
Sementara itu Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi mengatakan sejak hari kedua pascagempa, bantuan logistik dari berbagai pihak mulai berdatangan, baik itu bahan makanan, air bersih, tenda dan kebutuhan lainnya.
"Kami berterima kasih kepada para pihak yang ikut berpartisipasi meringankan beban korban bencana," ujarnya.
Hingga hari ketiga pascagempa, Satuan Tugas (Satgas) tanggap darurat terus melakukan percepatan penanganan, mulai dari distribusi logistik, pembersihan puing-puing bangunan, hingga pelayanan medis kepada masyarakat.
Berdasarkan data BPBD per 18 Juni jumlah masyarakat terdampak di Sigi mencapai 2.109 Kepala Keluarga (KK) atau 6.412 jiwa, kemudian fasilitas umum mengalami kerusakan sebanyak 84 unit seperti sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas dan jaringan air bersih.
Selain itu jumlah rumah rusak bertambah menjadi 1.652 unit terdiri atas rusak ringan 1.472 unit, rusak sedang 111 unit, dan rusak berat 69 unit yang tersebar di 38 desa.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Puncak Bogor Ditata Besar-besaran, Pemerintah Prioritaskan Destinasi Wisata Nasional
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa (21/4) Jakarta Bakal Dilanda Hujan Siang dan Malam
-
ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Perkuat UMKM dan Dukung Program Kota Parfum
-
Kementan Siapkan Jurus Jitu Lawan Kemarau 2026: Petani Tak Perlu Panik, Pompanisasi dan Pupuk Aman
-
Penanganan Kepadatan Logistik Jadi Fokus di Pelabuhan Ketapang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.