Serena Williams Kembali ke Wimbledon, Reuni Ikonik Bersama Venus di Nomor Ganda

Rabu, 17 Jun 2026, 00:30 WIB

LONDON — Salah satu kisah comeback terbesar dalam dunia tenis kembali hadir di panggung Wimbledon. Serena Williams dipastikan tampil di turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut setelah menerima wildcard untuk bermain di nomor ganda bersama sang kakak, Venus Williams.

Penampilan ini akan menjadi kembalinya Serena ke Wimbledon untuk pertama kalinya sejak 2022. Kehadiran dua bersaudara Williams kembali menciptakan nostalgia bagi penggemar tenis dunia, mengingat keduanya pernah menjadi salah satu pasangan ganda paling dominan dalam sejarah olahraga ini.

Ket. Foto: Serena dan Venus Williams. — Sumber: AFP

Serena membuat kejutan besar pekan lalu ketika kembali bertanding secara profesional di turnamen pemanasan Wimbledon, Queen's Club. Ia langsung meraih kemenangan pada laga pertama nomor ganda bersama partnernya, Victoria Mboko.

Bagi Serena, pertandingan tersebut menandai kembalinya ia ke tenis kompetitif setelah hampir empat tahun absen. Sebelumnya, pemegang 23 gelar Grand Slam tunggal itu mengatakan dirinya sedang "beralih menjauh" dari tenis setelah US Open 2022.

Namun, motivasi baru muncul setelah Serena ingin kembali bermain di depan kedua putrinya.

"Saya ingin mereka melihat saya bertanding," menjadi salah satu alasan yang mendorong legenda Amerika Serikat tersebut mengambil raket kembali.

Serena sempat diragukan ketika mengumumkan keputusan kembali ke lapangan. Banyak pihak bertanya apakah langkah tersebut tepat setelah ia lama meninggalkan kompetisi.

Namun, penampilannya di Queen's Club langsung menghidupkan kembali kenangan masa kejayaannya.

Dalam pertandingan pertamanya setelah 1.375 hari tanpa laga resmi, Serena menunjukkan tanda-tanda khas permainannya: servis keras, pukulan groundstroke agresif, dan mental kompetitif yang selama bertahun-tahun menjadi cirinya.

Sayangnya, perjalanan di Queen's hanya berlangsung satu pertandingan setelah Mboko mengalami cedera dan harus mundur.

Serena kemudian melanjutkan persiapannya di Berlin Open bersama Karolina Muchova sebelum tampil di Wimbledon.

Kehadiran Serena dan Venus di Wimbledon memiliki nilai sejarah tersendiri. Mereka telah memenangkan enam gelar Wimbledon nomor ganda, dengan gelar terakhir diraih saat penampilan bersama mereka satu dekade lalu.

Pasangan Williams pernah menjadi simbol dominasi tenis putri dunia. Kombinasi kekuatan Serena dan variasi permainan Venus membuat mereka menjadi salah satu duet paling sukses sepanjang masa.

Sebelumnya, muncul spekulasi bahwa Serena mungkin akan mencoba kembali bermain di nomor tunggal Wimbledon. Namun, namanya tidak masuk dalam daftar wildcard tunggal putri.

Tanpa peringkat dunia karena lama absen, Serena memang harus bergantung pada undangan khusus untuk masuk ke turnamen.

Serena merupakan juara tujuh kali Wimbledon nomor tunggal. Namun, gelar Grand Slam terakhirnya diraih pada Australian Open 2017, ketika ia mengalahkan Venus di final.

Gelar Wimbledon terakhirnya datang pada 2016, sementara empat final Grand Slam terakhirnya berakhir dengan kekalahan.

Sang kakak, Venus Williams, juga akan menjadi pusat perhatian. Juara lima kali Wimbledon nomor tunggal itu kini berada di fase akhir karier. Pada usia 45 tahun, Venus hanya tampil sesekali dan mengalami tujuh kekalahan dari tujuh pertandingan tunggal musim ini.

Namun, ia masih menunjukkan kemampuan di nomor ganda. Venus berhasil memenangkan pertandingan ganda bersama Katie Boulter di Madrid pada April lalu.

Reuni bersama Serena di Wimbledon kemungkinan menjadi salah satu momen paling emosional dalam turnamen tahun ini.

Selain Serena dan Venus, daftar wildcard Wimbledon juga menghadirkan sejumlah nama besar.

Mantan juara Grand Slam tiga kali Stan Wawrinka, yang berencana pensiun akhir musim ini, mendapat wildcard nomor tunggal putra bersama Grigor Dimitrov.

Sementara di sektor putri, Maja Chwalinska yang mencapai final French Open awal Juni juga mendapat tempat.

Kembalinya Serena Williams ke Wimbledon bukan hanya soal mengejar kemenangan. Ini adalah cerita tentang legenda yang kembali ke tempat bersejarahnya, membawa nostalgia, emosi, dan kemungkinan satu bab terakhir yang belum selesai.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.