Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batang Bersiap Bentengi Pesisir, Rencana Proyek Tanggul Laut Dimatangkan

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Batang Bersiap Bentengi Pesisir, Rencana Proyek Tanggul Laut Dimatangkan Doc: ANTARA FOTO/ Harviyan Perdana Putra
Ket. Foto udara kondisi banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah.

PEKALONGAN – Pembangunan tanggul laut menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir rob, abrasi pantai, dan dampak kenaikan muka air laut yang semakin mengancam kawasan pesisir.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur perlindungan, tanggul laut juga berperan menjaga aktivitas ekonomi, permukiman, serta aset vital di wilayah pantai.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada perencanaan yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan pesisir, sehingga tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mendukung ketahanan wilayah pesisir dalam menghadapi perubahan iklim di masa depan.

Pemerintah pusat masih mematangkan proses pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebagai upaya mengatasi persoalan banjir dan rob di daerah itu.

Tenaga Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa M. Khadik di Batang, Selasa (16/6), mengatakan saat ini pihaknya masih menyiapkan berbagai regulasi serta melakukan pemetaan wilayah terdampak dan kebutuhan teknis di lapangan.

"Kami masih menyiapkan aturan-aturan dan melakukan pemetaan. Prinsipnya proyek ini terus berjalan untuk mencari solusi terbaik yang mampu menyelaraskan kepentingan masyarakat pesisir, nelayan, hingga pemerintah daerah," katanya.

Menurut dia, pembangunan Giant Sea Wall bukan hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan rob yang terus terjadi setiap tahun tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir termasuk nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai utara Jawa.

Keberadaan infrastruktur tersebut, kata dia, nantinya diharapkan memberikan dampak positif berupa perlindungan kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih berkelanjutan.

"Harapannya tentu tidak hanya mengatasi rob tetapi juga membuka peluang baru bagi nelayan, pelaku usaha, dan memberikan kenyamanan bagi pemerintah daerah di sepanjang pesisir utara Jawa," katanya.

Ia mengatakan secara cakupan, proyek tanggul laut raksasa direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 2.000 kilometer dan melibatkan empat provinsi di Pulau Jawa yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Namun demikian, dia menegaskan waktu pelaksanaan maupun kebutuhan anggaran hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penghitungan secara mendalam di tingkat pusat.

"Semua masih dipersiapkan secara matang bersama kementerian, lembaga, badan otorita, dan pemerintah daerah, termasuk estimasi pembiayaan yang masih terus dihitung," katanya.

Di sisi lain, kata dia, sejumlah tantangan teknis juga masih menjadi perhatian pemerintah, salah satunya terkait keberadaan kabel internet bawah tanah di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak pembangunan tanggul laut raksasa tersebut.

Menurut dia, apabila pembangunan dilakukan secara tertutup langsung maka biaya pembangunan dinilai lebih efisien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.