Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prakiraan Kemarau Panjang di Malang Raya hingga Oktober-November 2026, BMKG Ingatkan Warga Hemat Air

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 19:42 WIB | Oleh:
Prakiraan Kemarau Panjang di Malang Raya hingga Oktober-November 2026, BMKG Ingatkan Warga Hemat Air Doc: ANTARA/Ahmad Subaidi
Ket. Ilustrasi seorang laki-laki menggembala ternak kerbaunya di persawahan tadah hujan yang mengering di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Praya, Lombok Tengah, NTB.

MALANG, JAWA TIMUR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan musim kemarau di wilayah Malang Raya akan berlangsung hingga periode Oktober-November 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Linda Fitrotul di Malang, Minggu (14/6), mengatakan, awal musim kemarau di Malang Raya atau Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu telah berlangsung sejak dasarian I Mei 2026.

"Awal musim kemarau sudah dimulai sejak dasarian pertama bulan Mei dan kemungkinan akan berlangsung sampai Oktober dan November 2026. Saat ini hampir 75 persen wilayah Malang Raya sudah masuk musim kemarau," kata Linda.

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa ada beberapa wilayah di Malang Raya masih dalam masa peralihan musim dari hujan ke kemarau, salah satunya adalah daerah Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Untuk wilayah yang memang agak berbeda, seperti di tenggara Kabupaten Malang yang dekat dengan Lumajang, itu posisinya belum masuk musim kemarau," ucap dia.

Selain itu, Linda menyampaikan dari hasil analisa BMKG, durasi musim kemarau pada tahun ini diprediksi berjalan lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dikarenakan dampak fenomena El Nino yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2027 dan memperkuat potensi dari karakteristik musim kemarau di berbagai daerah di Indonesia.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur pun mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai dampak kemarau, seperti potensi terjadinya penurunan debit hujan hingga resiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di area yang letaknya berada di wilayah lereng gunung.

"Karena prediksinya musim kemarau untuk tahun ini akan lebih panjang untuk beberapa wilayah," kata Linda.

Oleh karena itu, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur juga mengimbau kepada masyarakat supaya lebih waspada dan bijak dalam menyikapi kondisi cuaca ke depan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.