Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos Tegaskan Tak Ada Titipan Siswa Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos Tegaskan Tak Ada Titipan Siswa Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin Doc: Antara
Ket. Mensos Saifullah Yusuf saat disambut para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 3 dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 31 Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pekanbaru - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan tidak boleh ada titipan dari pihak manapun dalam penentuan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ajaran baru mendatang, karena program ini hanya diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu.

Saifullah dalam kegiatan "Open House" dengan orang tua calon siswa SR di Pekanbaru, Riau, Minggu (14/6), mengatakan hal itu sesuai  arahan Presiden Prabowo Subianto, bahwa tidak boleh ada suap menyuap, bayar membayar hingga titipan dalam menentukan siswa SR.

"Tidak boleh ada titipan, menteri tidak boleh, gubernur tidak boleh, bupati wali kota juga tidak boleh. Yang boleh sekolah di sini adalah mereka yang memang memiliki kriteria dijangkau oleh petugas," katanya di Sentra Abiseka Rumbai, Pekanbaru.

Dia mengatakan, sekolah rakyat diperuntukkan bagi keluarga yang belum beruntung, tidak mampu. Secara sosial ekonomi berada pada Desil atau tingkat kesejahteraan I atau II.

Sekolah Rakyat lanjutnya menjangkau mereka yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan yang berpotensi putus sekolah. Petugas menjangkau mereka dan diajak bicara orangtuanya setuju atau tidak anaknya ditempatkan di SR.

"Kalau sudah setuju maka akan ditetapkan oleh kepala daerah lalu diteruskan ke kementrian untuk ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan sekokah Rakyat agar benar-benar bekerja dengan baik. Kepada para kepala sekolah, guru, tenaga pendidikan yang lain agar bisa bekerja dengan empati, penuh kasih sayang, dan bekerja dengan hati namun menggunakan pedoman pedoman resmi yang sudah diberikan.

"Saya gembira perjalanan selama 11 bulan proses pembelajaran terlihat kemajuan prestasi siswa. Paling tidak bisa dilihat dari pendapat orangtua siswa,maupun kita lihat anak-anak siswa sekolah rakyat semakin percaya diri, lebih disiplin, lebih sehat dan yang penting punya semangat memggapai cita-cita, " kata Saifullah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.