TNI Ajak OPM yang Masih di Hutan Kembali ke Pangkuan NKRI

Sabtu, 13 Jun 2026, 19:51 WIB

PEGUNUNGAN BINTANG - Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengajak anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih berada di hutan untuk kembali ke pangkuan NKRI guna bersama-sama membangun Papua yang damai serta sejahtera.

Menurut Riyanto, pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan kembali hidup berdampingan dengan masyarakat.

Ket. Foto: — Sumber: TNI

“Pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan ikut serta membangun kampung halamannya,” kata Riyanto dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Ia menegaskan TNI siap mendampingi masyarakat dalam mewujudkan Papua yang aman dan sejahtera.

“Mari kita bergandengan tangan membangun Papua bersama-sama, kita semua TNI siap mendampingi masyarakat mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” ujar dia.

Ajakan tersebut disampaikan menyusul kembalinya delapan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XV/NK ke pangkuan NKRI di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Dalam prosesi yang berlangsung di Lapangan Distrik Kiwirok pada Rabu (10/6) lalu dimana delapan anggota TPNPB-OPM secara sukarela menyerahkan senjata serta bendera Bintang Kejora yang selama ini mereka miliki.

Acara tersebut dihadiri unsur TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pendeta, serta ratusan warga dari wilayah Kiwirok. Riyanto menilai momentum tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat di 12 kampung yang tersebar di Distrik Kiwirok.

“Warga 12 kampung yang tersebar di Kiwirok menyambut momentum tersebut dengan penuh harapan, suasana khidmat terasa sejak lagu Indonesia Raya dikumandangkan bersama. Ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun Papua yang lebih sejahtera,” kata dia.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bendera Bintang Kejora secara sukarela oleh delapan anggota TPNPB-OPM. Mereka juga menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan setia kepada NKRI, mencium Sang Merah Putih, serta menyerahkan senjata yang dimiliki.

Menurut Riyanto, langkah tersebut menjadi simbol keberanian untuk meninggalkan konflik dan memilih jalan damai demi masa depan yang lebih baik. “Tindakan tersebut menjadi simbol keberanian untuk menutup lembaran lama dan memilih jalan damai sebagai masa depan yang lebih bermartabat,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga situasi keamanan. Sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang.

Ia menegaskan pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait. Guna mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok beserta 12 kampung yang berada di wilayah tersebut.

“Pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok beserta 12 kampung di wilayahnya,” ujar Abdeus. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.