Ratusan Aparat dan Pengusaha Belajar Kelola Keuangan Tanpa Ketergantungan Utang
Jumat, 12 Jun 2026, 15:12 WIBBOGOR â Upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari bela negara menjadi fokus dalam pelatihan Cara Cerdas Kelola Uang (CCKU) yang digelar di Bogor akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari kalangan TNI, pemerintah, aparat keamanan, hingga pelaku usaha.
Pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI bekerja sama dengan komunitas edukasi keuangan SyaREA World dengan mengusung tema âBela Negara Melalui Kedaulatan Ekonomiâ. Tema tersebut menegaskan bahwa konsep bela negara saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertahanan fisik, tetapi juga mencakup penguatan ketahanan ekonomi individu dan keluarga.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kelompok usaha energi Zeberline, serta sejumlah perusahaan dan komunitas bisnis yang tergabung dalam jaringan SyaREA World.
Peserta berasal dari berbagai institusi, antara lain PMPP TNI, BAIS TNI, Pusdikzi, Lanud Atang Sanjaya, Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, Universitas Pertahanan, BNPT, dan BNPP. Hadir pula perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Bogor, Korem 061, jajaran Kodim, serta kepolisian. Dari total peserta, lebih dari 300 orang berasal dari institusi pertahanan dan keamanan, sementara sisanya merupakan anggota komunitas pengusaha yang tergabung dalam SyaREA World.
Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menegaskan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola ekonomi keluarga.
âDi sisi ekonomi kita juga ingin merdeka. Dan kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang karena informasi dan pembelajaran yang kita dapatkan bisa mengubah langkah ke depan agar lebih berhati-hati sehingga anak cucu juga selamat di masa mendatang,â ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Jumat (12/6).
Menurut Iwan, literasi keuangan menjadi salah satu bentuk implementasi bela negara di era modern. Ketahanan individu dan keluarga dinilai berperan penting dalam memperkuat ketahanan nasional secara keseluruhan. Sebaliknya, rendahnya pemahaman pengelolaan keuangan dan ketergantungan pada utang berpotensi menimbulkan kerentanan sosial maupun ekonomi.
Dalam kesempatan itu, PMPP TNI juga menyoroti berbagai ancaman nonmiliter yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari disinformasi, serangan siber, penyalahgunaan teknologi digital, hingga tantangan ekonomi dan sosial yang berpotensi melemahkan persatuan dan daya saing bangsa.
Pelatihan CCKU dirancang secara praktis agar peserta dapat langsung menerapkan materi yang diperoleh. Peserta diajak menyusun perencanaan keuangan pribadi dan keluarga, memetakan arus kas, mengevaluasi strategi pelunasan utang, serta merancang masa depan finansial yang lebih sehat.
Fasilitator SyaREA World, dr. Karmono Sutadi, Sp.A., menekankan bahwa persoalan keuangan tidak selalu berkaitan dengan besarnya penghasilan seseorang, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh cara mengelola uang.
âUrusan keuangan tidak ada hubungannya dengan besar kecilnya penghasilan. Problem keuangan banyak disebabkan oleh kesalahan pengelolaan uang,â ungkapnya.
Menurut Karmono, pengelolaan keuangan membutuhkan disiplin dan aturan yang jelas. Tanpa tata kelola yang baik, seseorang berisiko terjebak dalam kebiasaan berutang yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi, hubungan sosial, hingga kesehatan psikologis.
Ia menambahkan bahwa dampak utang yang tidak terkendali dapat meluas, mulai dari terganggunya keharmonisan keluarga hingga hilangnya kesempatan merencanakan masa depan. Bahkan dalam sejumlah kasus, tekanan akibat utang dapat mendorong seseorang mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam pemaparannya, Karmono juga menyinggung sejumlah negara yang pernah mengalami krisis ekonomi akibat persoalan utang dan tata kelola ekonomi yang buruk. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting agar Indonesia mampu menjaga kedaulatan ekonomi melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan pada tiga prinsip dasar untuk menghindari perilaku konsumtif berlebihan. Pertama, survival atau mendahulukan kebutuhan yang benar-benar esensial. Kedua, better life, yakni memastikan setiap pengeluaran memberikan peningkatan kualitas hidup. Ketiga, getting more money, yaitu mengelola keuangan agar dapat membuka peluang peningkatan produktivitas dan pendapatan.
Selain membahas aspek teknis pengelolaan keuangan, pelatihan juga menekankan pentingnya tujuan hidup sebagai landasan dalam mengambil keputusan finansial. Peserta diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya bertujuan mencapai kesejahteraan, tetapi juga mendukung tanggung jawab keluarga dan keberlanjutan kehidupan dalam jangka panjang.
Melalui pendekatan tersebut, penyelenggara berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
- TNI
- Bela Negara
- Pengelolaan Keuangan
- Kedaulatan Ekonomi
- Edukasi Keuangan
- perencanaan keuangan
- literasi keuangan
- PMPP TNI
- ketahanan nasional
- Pengusaha Indonesia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Momentum City Tekanan Besar bagi Arsenal
-
Ancaman Kanker Serviks Mengintai Remaja, Dinkes Sulsel dan Unicef Bergerak Suntik 1.000 Siswa SMA
-
Inggris Menguji Drone Anti-Kapal Selam CAPSTONE
-
Jadwal Kick-off Laga Persib Bandung Versus Arema Dimajukan Pukul 15.30 WIB, Ini Alasannya!
-
CFD Cibinong Heboh, Ada Fasilitas Mewah Gratis yang Jadi Incaran Warga, Apa Itu?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.