Courtois Sambut Van Bommel, Masa Depannya di Timnas Belgia Masih Tanda Tanya
Selasa, 28 Jul 2026, 00:12 WIBBRUSSELS â Penjaga gawang Real Madrid, Thibaut Courtois, menyambut positif penunjukan Mark van Bommel sebagai pelatih baru Tim Nasional Belgia. Kiper berusia 34 tahun itu menilai mantan gelandang Timnas Belanda tersebut memiliki kapasitas dan pengalaman yang mampu membawa Setan Merah kembali bersaing di level tertinggi.
Meski demikian, Courtois mengakui masa depannya bersama tim nasional masih belum dipastikan. Ia berencana menggelar pembicaraan langsung dengan Van Bommel sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan karier internasionalnya.
Van Bommel ditunjuk hanya beberapa pekan setelah kegagalan Belgia melaju lebih jauh di Piala Dunia. Tersingkir pada babak perempat final membuat pelatih sebelumnya, Rudi Garcia, mengakhiri kerja samanya dengan Federasi Sepak Bola Belgia setelah kedua belah pihak sepakat tidak memperpanjang kontrak.
Nama Van Bommel memang telah lama dikaitkan dengan kursi pelatih Belgia. Keberhasilannya membawa Royal Antwerp meraih prestasi dalam beberapa musim terakhir menjadi salah satu alasan utama federasi menjatuhkan pilihan kepadanya.
"Sejujurnya saya tidak terlalu terkejut karena namanya sudah cukup lama disebut-sebut," ujar Courtois dalam sebuah acara sponsor.
"Saya pikir dia telah membuktikan di Antwerp bahwa dirinya adalah pelatih berkualitas. Banyak pemain berbicara sangat positif tentang dirinya, jadi saya tidak sabar untuk mengenalnya lebih dekat."
Menurut Courtois, pengalaman Van Bommel sebagai mantan pemain kelas dunia menjadi modal penting untuk memimpin Belgia.
Mantan gelandang PSV Eindhoven, Barcelona, Bayern Muenchen, AC Milan, dan Timnas Belanda itu dinilai memahami tekanan yang dihadapi para pemain dalam pertandingan besar.
"Hal terpenting adalah Van Bommel pernah bermain di level tertinggi dan tahu bagaimana rasanya tampil dalam pertandingan-pertandingan besar seperti ini," kata Courtois.
"Pengalaman tersebut jelas menjadi nilai tambah dan secara alami akan membuat para pemain memberikan rasa hormat kepadanya."
Meski menyambut kedatangan pelatih baru, Courtois belum memastikan apakah dirinya akan tetap membela Belgia.
Usai Piala Dunia, ia sempat menyatakan ingin terus memperkuat negaranya, tetapi berharap mendapat kesempatan beristirahat pada ajang UEFA Nations League mendatang.
"Saya memang masih ingin melanjutkan karier bersama tim nasional setelah Piala Dunia. Namun, semuanya akan bergantung pada pembicaraan saya dengan Van Bommel," ujar Courtois.
"Saya ingin beristirahat selama Nations League dan kami harus mencari kesepakatan mengenai hal itu. Setelah itu baru saya akan memutuskan apakah akan terus bermain atau tidak."
Courtois juga kembali mengenang kegagalan Belgia di Piala Dunia. Perjalanan mereka terhenti di babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Spanyol di Los Angeles pada 10 Juli.
Dalam pertandingan tersebut, Courtois mengalami cedera dan digantikan Senne Lammens. Kesalahan yang dilakukan Lammens kemudian berujung pada gol kemenangan Spanyol, yang akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Kiper Real Madrid itu mengungkapkan dirinya sebenarnya merasa masih sanggup melanjutkan pertandingan.
"Saya hanya merasa tidak bisa lagi melakukan tendangan gawang," jelas Courtois. "Seorang pemain bertahan sebenarnya bisa mengambil alih tugas itu. Dalam permainan terbuka saya masih mampu mengoper bola ke samping."
Namun, pelatih saat itu memilih menariknya keluar karena hanya ingin memainkan pemain yang benar-benar berada dalam kondisi bugar.
"Pelatih mengatakan bahwa kami sudah sepakat hanya pemain yang 100 persen fit yang akan bermain. Baiklah, saya menerima keputusan itu."
Di tengah kritik yang deras mengarah kepada Rudi Garcia selama Piala Dunia, Courtois menegaskan hubungannya dengan sang pelatih tetap baik.
Ia mengakui kecewa harus meninggalkan lapangan saat menghadapi Spanyol, tetapi menegaskan kepentingan tim selalu berada di atas kepentingan pribadi.
"Tentu saya kecewa karena pertandingan itu melawan Spanyol dan kami sedang bermain dengan sangat baik. Namun, tim jauh lebih penting daripada diri saya sendiri."
"Keputusan itu sudah diambil dan tidak pernah ada hubungan yang buruk antara kami. Saya juga tidak pernah ingin berbicara buruk mengenai Garcia," tegas Courtois.
Dengan hadirnya Van Bommel, Belgia kini memasuki babak baru dalam upaya membangun kembali kekuatan tim setelah gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia. Salah satu tugas pertama pelatih asal Belanda itu adalah meyakinkan Courtois agar tetap menjadi bagian penting proyek Belgia menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
PSIM Perpanjang Kontrak Pelatih Van Gastel untuk Musim Depan
-
Pasar Kipas Portabel Kian Kompetitif, Teknologi dan Desain Jadi Andalan
-
Harga Sawit di Dharmasraya Anjlok Rp750 per Kg, Petani Mengeluh
-
MPM Perkuat Ekosistem Pembiayaan dan Asuransi untuk Dongkrak Penjualan
-
Siap Go Internasional! Kemenperin Cari Talenta Terbaik Buat WorldSkills ASEAN 2027
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.