Lando Norris Panaskan Persaingan Gelar Formula 1 2026
Selasa, 28 Jul 2026, 00:13 WIBBUDAPEST, HUNGARIA â Pembalap Inggris Lando Norris mengirim pesan kuat kepada para rivalnya dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim 2026. Pembalap McLaren itu tampil nyaris tanpa cela untuk memenangi Grand Prix Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Minggu (27/7) malam waktu setempat, sekaligus meraih kemenangan pertamanya musim ini dan yang ke-12 sepanjang kariernya di ajang Formula 1.
Memulai balapan dari posisi terdepan, Norris sempat kehilangan kendali setelah melakukan kesalahan pada lap pembuka. Namun, pembalap berusia 26 tahun tersebut menunjukkan ketenangan dan kecepatan luar biasa untuk merebut kembali pimpinan balapan sebelum akhirnya menyentuh garis finis dengan keunggulan telak 15 detik atas juara dunia empat kali, Max Verstappen, dari Red Bull.
Posisi ketiga menjadi milik pemuncak klasemen sementara, Kimi Antonelli. Pembalap muda Mercedes itu kembali memperlihatkan kematangan di tengah ketatnya persaingan dan berhasil memperlebar jarak menjadi 50 poin dari Lewis Hamilton dalam klasemen.
Ferrari harus puas melihat Charles Leclerc dan Hamilton mengakhiri balapan di posisi keempat dan kelima. Isack Hadjar membawa Red Bull finis keenam, disusul George Russell, Liam Lawson, Nico Huelkenberg, dan Arvid Lindblad yang melengkapi 10 besar.
Bagi McLaren, kemenangan Norris memperpanjang dominasi tim asal Woking tersebut di Hungaroring setelah memenangi tiga Grand Prix Hungaria secara beruntun.
"Mobil ini benar-benar luar biasa. Kecepatannya fantastis dan mungkin ini adalah performa terbaik yang pernah saya rasakan. Sirkuit ini memang sangat cocok untuk kami," ujar Norris melalui radio tim sesaat setelah menyelesaikan balapan.
Verstappen mengakui hasil tersebut berada di luar perkiraannya. Menurutnya, Red Bull harus bekerja keras sepanjang balapan hanya untuk mengamankan satu tempat di podium.
"Saya tidak menyangka bisa finis di podium kali ini. Kami benar-benar harus berjuang keras," ujar pembalap Belanda itu.
Antonelli pun mengaku puas dengan hasil yang diraihnya menjelang jeda musim. "Balapan ini sangat sulit karena menyalip bukan perkara mudah. Namun saya senang membawa pulang hasil yang bagus sebelum memasuki masa libur," ujarnya.
Balapan berlangsung di bawah suhu ekstrem. Temperatur udara mencapai 31 derajat Celsius, sementara suhu lintasan menembus 51 derajat Celsius. Kondisi tersebut memaksa setiap tim menyusun strategi ban secara cermat.
Ferrari mengambil risiko dengan memasang ban lunak sejak start, sedangkan sebagian besar rival memilih ban medium. Keputusan itu sempat memberi keuntungan di awal lomba, tetapi perubahan strategi pit stop akhirnya menjadi faktor penentu.
Oscar Piastri sempat memimpin setelah Norris melebar di Tikungan Dua pada lap pertama. Sementara itu, George Russell kehilangan banyak posisi akibat gangguan sistem anti-stall saat start. Di belakang rombongan depan, Hamilton berusaha menekan Verstappen melalui strategi undercut, tetapi juara dunia empat kali tersebut mampu merebut kembali posisinya usai melakukan manuver berani di Tikungan Satu.
Memasuki paruh kedua balapan, Norris mulai mengambil alih kendali. Dengan ban yang lebih segar, ia menyalip Antonelli di Tikungan Satu pada lap ke-46 dan langsung membuka jarak yang tak mampu dikejar para pesaingnya.
McLaren sebenarnya berpeluang meraih finis satu-dua. Namun harapan itu pupus ketika Piastri mengalami kerusakan girboks dan terpaksa menghentikan balapan. Insiden tersebut memunculkan Virtual Safety Car yang dimanfaatkan sejumlah pembalap, termasuk Norris, Hamilton, dan Leclerc, untuk melakukan pit stop terakhir.
Pada lap-lap penutup, Norris tampil semakin dominan. Verstappen mengamankan posisi kedua, sedangkan Antonelli mempertahankan podium terakhir meski terus mendapat tekanan Hamilton yang kemudian dijatuhi penalti lima detik akibat melaju melebihi batas kecepatan di jalur pit.
Kemenangan di Hungaria menjadi titik balik penting bagi Norris. Selain mengakhiri penantian panjang akan kemenangan musim ini, hasil tersebut juga menjaga peluang McLaren untuk terus menekan para pesaing dalam perebutan gelar juara dunia pada paruh kedua musim Formula 1 2026.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Russia Mungkin Akan Menyerang Negara-Negara NATO 'Dalam Waktu Relatif Singkat'
-
Alasan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin Enggan Dijuluki Sebagai Ganda Putra Mini Minions
-
Langkah Serena Williams Terhenti di Turnamen Queen’s, Mundur karena Cedera Pasangan Ganda
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
-
BPBD Temanggung Imbau Pendaki Tidak Membuat api Unggun saat Kemarau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.