- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pyongyang Klaim Kunjungan ...
Pyongyang Klaim Kunjungan Xi Pererat Diplomasi Korut-Tiongkok
Kamis, 11 Jun 2026, 02:45 WIBSEOUL â Kantor berita KCNAÂ pada Rabu (10/6) melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) dan Tiongkok telah berhasil mengadopsi cetak biru bagi hubungan bilateral yang luas jangkauannya menyusul kunjungan Presiden Xi Jinping baru-baru ini ke Pyongyang.
Pada Senin (8/6) lalu, Presiden Xi melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Korut setelah sebelumnya ia menjamu sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan pemimpin Russia, Vladimir Putin, di Beijing.
Kunjungan langka itu terjadi pada saat hubungan antara Korut dan Russia sangat hangat, di mana Pyongyang telah mengirimkan tentara dan amunisi untuk membantu invasi Moskwa ke Ukraina.
âPemimpin Kim Jong-un dan Presiden Xi Jinping menyampaikan kepuasan dan emosi yang mendalam atas kenyataan bahwa mereka telah berhasil membuat cetak biru yang luas bagi pengembangan hubungan diplomasi," lapor KCNA.
âSelama kunjungan dua hari tersebut, kedua negara semakin memperdalam persahabatan revolusioner dan hubungan persaudaraan yang erat serta menegaskan tekad teguh kedua negara untuk mengembangkan hubungan persahabatan tradisional Korut-Tiongkok menjadi model hubungan yang paling kuat dan strategis,â imbuh KCNA.
Selama kunjungan ke Korut, Presiden Xi dan Kim Jong-un dilaporkan telah mengunjungi Sekolah Pelatihan Kader Pusat Partai Buruh, di mana mereka membahas pelatihan para pejabat partai dan menanam pohon peringatan, sebelum mengunjungi Monumen Menara Persahabatan yang menghormati tentara Tiongkok yang berjuang dalam Perang Korea.
KCNAÂ melaporkan bahwa Presiden Xi mendapat sambutan meriah dalam kunjungan tersebut, yang dilakukannya bersama istri dan pejabat senior lainnya.
Setelah itu, ia berterima kasih kepada Kim Jong-un dalam sebuah surat, dengan mengatakan bahwa para pemimpin telah melakukan pertukaran pandangan mendalam tentang isu-isu yang menjadi kepentingan bersama dan mencapai serangkaian pemahaman bersama yang penting, menurut KCNA.
âPembicaraan tersebut menunjukkan tekad kuat kedua belah pihak untuk menambah kemegahan persahabatan tradisional, mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama, serta mempertahankan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan seluruh dunia," ungkap Presiden Xi.
Pada Selasa (9/6) lalu, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa Presiden Xi mengatakan ia telah mencapai konsensus penting dengan Kim Jong-un tentang pengembangan hubungan Tiongkok-Korut di era baru.
Menurut media pemerintah Beijing itu, Presiden Xi juga mendorong penguatan hubungan diplomatik, penegakan hukum, dan militer.
âDengan berbagi informasi di sektor militer, Tiongkok tampaknya ingin secara langsung menilai perubahan teknologi di dalam militer Korut dan status transfer teknologi Russia,â komentar Hong Min, seorang analis di Institut Unifikasi Nasional Korea.
Keheningan Denuklirisasi
Kunjungan Xi dilakukan setelah pembicaraan bulan lalu dengan Trump, dimana Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin negara menegaskan tujuan bersama mereka untuk melucuti senjata nuklir Korut.
Namun, laporan media resmi dari Tiongkok dan Korut sama sekali tidak menyebutkan denuklirisasi dalam liputan mereka terkait pertemuan antara Xi dan Kim.
Para analis mengatakan bahwa hal itu menunjukkan Beijing secara diam-diam telah menerima status Pyongyang sebagai negara bersenjata nuklir.
Sebelumnya Kim Jong-un telah berulang kali bersumpah untuk tidak pernah melepaskan persenjataan nuklirnya, dan saudara perempuannya yang berpengaruh mengatakan sebelum kunjungan Xi bahwa program tersebut adalah garis kebijakan pantang mundur Pyongyang. AFP/I-1
- Kim Jong Un
- xi jinping
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.