Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa Masih Terganjal Moratorium, DPR Sebut Keputusan Ada di Pemerintah Pusat

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa Masih Terganjal Moratorium, DPR Sebut Keputusan Ada di Pemerintah Pusat Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi II DPR RI, Fauzan Khalid.

Mataram - Anggota Komisi II DPR RI, Fauzan Khalid mengatakan kebijakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Pulau Sumbawa tergantung keputusan pemerintah pusat.

"Kita tetap mendorong pembukaan moratorium DOB. Tapi, kan bolanya ada di pemerintah pusat," ujarnya di Mataram, Rabu (10/6).

Ia mengakui selama ini adanya moratorium pembentukan DOB yang dikeluarkan pemerintah pusat, menjadi kendala utama terwujudnya pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Meski demikian pihaknya mendukung aspirasi masyarakat di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yang menuntut pemekaran wilayah. Hanya saja, kunci pembukaan moratorium wilayah menjadi kewenangan pemerintah.

Menurutnya, perjuangan DOB  Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) terpisah dari NTB, bukanlah isu baru. Aspirasi tersebut telah diperjuangkan masyarakat selama bertahun-tahun dan bahkan sempat mencapai tahapan penting di tingkat pemerintah pusat.

"Pertimbangan belum membuka moratorium wilayah ini yang meski juga dipahami secara bersama-sama," kata Fauzan.

Untuk itu, kata dia, adanya penyampaian aspirasi oleh masyarakat di Pulau Sumbawa agar dilakukan dengan elegan dan tetap mengedepankan cara-cara yang damai, tertib, serta sesuai dengan ketentuan hukum dalam menyampaikan tuntutan.

Meski demikian mantan Bupati Lombok Barat 2 periode ini mengaku, tidak setuju jika penyampaian aspirasi dilakukan dengan menutup Pelabuhan Poto Tano seperti yang dilakukan beberapa waktu.

"Penyampaian pendapat dengan menutup pelabuhan itu jelas merugikan masyarakat. Kan pelabuhan itu akses publik, saya enggak setuju penyampaian-nya sampai kayak begitu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.