Media Prancis Sebut Indonesia Berminat Akuisisi Jet Tempur Masa Depan Rafale Varian F5
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 00:05 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
PARIS - Indonesia disebut menyatakan minat jangka panjang yang kuat untuk meningkatkan armada pesawat tempur Rafale Prancis-nya ke standar varian terbaru, F5, yang akan datang.
Media Prancis, La Tribune, melaporkan adanya potensi ketertarikan Indonesia terhadap jet tempur masa depan standar Rafale F5 dari Dassault Aviation. Spekulasi ini menguat menyusul pertemuan Presiden dengan Emmanuel Macron dan langkah Indonesia yang sudah mulai mengoperasikan varian Rafale F4.
Mengapa Indonesia Mengincar Standar F5?
Rafale F5 merupakan evolusi teknologi utama yang dijadwalkan mulai beroperasi setelah tahun 2030. Diperkirakan Kemenhan memandang varian ini sebagai jalur penting untuk mempertahankan relevansi tempur di masa depan.
Dihimpun dari berbagai sumber, varian F5 sendiri merupakan proyek ambisius Prancis untuk menghadapi era peperangan udara modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rafale F5 sering disebut sebagai pesawat tempur Generasi 4,5++ generasi, dengan sejumlah teknologi yang mendekati konsep generasi keenam. Jet tempur ini memiliki peran superioritas udara, serangan darat, pengintaian, peperangan elektronik, hingga misi pencegahan nuklir Prancis.
Fitur utama yang direncanakan dari F5 adalah kolaborasi dengan drone tempur siluman (loyal wingman) yang dikembangkan dari pengalaman proyek nEUROn. Drone ini dapat melakukan pengintaian atau memasuki wilayah berbahaya terlebih dahulu.
Jet tempur ini juga punya konektivitas yang lebih canggih, memungkinkan pertukaran data secara real-time dengan pesawat lain, drone, dan sistem darat. Selain itu ada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pilot mengelola informasi dan ancaman yang semakin kompleks.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, Indonesia secara resmi memasukkan enam jet tempur Rafale F4 pertama ke dalam jajaran TNI Angkatan Udara Indonesia.
Gelombang pengiriman unit pertama Rafale F4 telah tiba dan mulai memperkuat pangkalan udara TNI AU. Pengadaan ini merupakan bagian dari modernisasi alutsista besar-besaran untuk menjaga kedaulatan udara nasional
Pesawat-pesawat ini merupakan bagian dari kontrak penting senilai 8,1 miliar dolar AS yang ditandatangani pada tahun 2022 untuk mengakuisisi total 42 jet Rafale.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!