Pertamina Patra Niaga: Harga LPG Non-subsidi di Nabire Mulai Turun
Selasa, 09 Jun 2026, 11:56 WIBNABIRE â PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga gas liquefied petroleum gas (LPG) non-subsidi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai mengalami penurunan sejak 8 Juni 2026 seiring kembalinya pasokan dan sistem distribusi dari Surabaya.
Sales Branch Manager I Pertamina Patra Niaga Papua Tengah, Muhammad Rinaldi Suryanto, di Nabire, Selasa (09/6), mengatakan harga LPG tabung 5 kilogram yang sebelumnya mencapai Rp430 ribu per tabung kini turun menjadi Rp250 ribu.
âSedangkan harga LPG tabung 12 kilogram yang sebelumnya berada di kisaran Rp520 ribu per tabung sekarang turun menjadi Rp435 ribu,â ujarnya.
Ia mengatakan, penurunan harga tersebut terjadi setelah Pertamina kembali menggunakan jalur distribusi dari Surabaya dengan sistem pengiriman menggunakan kontainer.
Sebelumnya, pasokan LPG untuk Nabire sempat mengalami kendala akibat perubahan pola distribusi yang menyebabkan biaya logistik meningkat dan berdampak pada kenaikan harga jual di tingkat agen.
"Faktornya adalah kami sudah mengambil kembali pasokan dari Surabaya dan menggunakan kontainer langsung sehingga distribusi menjadi lebih lancar," ujarnya.
Selain menurunkan harga, Pertamina juga memastikan ketersediaan stok LPG di Nabire dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Saat ini stok LPG isi yang tersedia di Nabire mencapai 3.134 tabung dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah setiap pekan seiring normalisasi pasokan dari Surabaya.
"Untuk stok sendiri saat ini tersedia sebanyak 3.134 tabung isi dan akan terus bertambah setiap minggu karena suplai dari Surabaya sudah membaik," katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan LPG akan terus tersedia dan didistribusikan ke seluruh wilayah Kabupaten Nabire.
"Masyarakat tidak perlu panik karena stok LPG akan terus bertambah dan tersedia di seluruh Kabupaten Nabire," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire menyatakan terus berkoordinasi dengan Pertamina menyusul kenaikan harga LPG non-subsidi yang terjadi sejak awal Mei 2026 akibat perubahan jalur distribusi dan meningkatnya biaya pengiriman ke wilayah tersebut.
Penurunan harga yang mulai terjadi saat ini diharapkan dapat membantu menekan potensi inflasi daerah serta meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Doktor ITS Kembangkan Model Ergonomis untuk K3 Konstruksi
-
Normalisasi Waduk Pusong
-
Diduga Timbun Ribuan Tabung, Pemkab Lumajang Tutup Pangkalan Elpiji
-
Wamenekraf Yakini Teater Musikal Siap Jangkau Pasar Lebih Luas
-
Wacana “War Ticket" Haji Dinilai AMPHURI Perlu Kajian Mendalam
-
Arus Balik Aman: BPH Migas Pastikan Stok BBM Cukup, Masyarakat Jangan Panic Buying
-
Para Nelayan Kecil Harus Benar-benar Dilindungi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.